BMN dan Aset BUMN Akan Jadi yang Pertama Diterbitkan Sertifikat Tanah Elektronik

Kompas.com - 22/03/2021, 14:45 WIB
Warga mencium sertifikat usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyerahkan sertifikat tanah gratis untuk rakyat se-Indonesia, untuk di Sulawesi Tenggara sebanyak 26.542 lembar sertfikat yang tersebar di 17 kabupaten/kota. ANTARA FOTO/JOJONWarga mencium sertifikat usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah gratis oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, di Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Presiden RI Joko Widodo secara virtual menyerahkan sertifikat tanah gratis untuk rakyat se-Indonesia, untuk di Sulawesi Tenggara sebanyak 26.542 lembar sertfikat yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan, pihaknya akan melakukan uji coba penerapan sertifikat tanah elektronik.

Untuk tahap awal, uji coba penerapan sertifikat tanah elektronik tersebut akan diberlakukan untuk Barang Milik Negara (BMN).

“Kita akan uji coba dulu dengan barang-barang milik pemerintah (BMN), aset-aset BUMN yang tidak ada masalah yang kita uji coba dan mereka mengerti, kemudian aset-aset perusahaan besar,” ujar Sofyan saat rapat dengan Komisi II DPR RI, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Implementasikan Sertifikat Elektronik, Sertifikat Tanah Asli Akan Ditarik ATR/BPN

Sofyan menjelaskan, uji coba itu dilakukan hingga masyarakat paham dengan keunggulan sertifikat tanah elektronik ini. Begitu masyarakat sudah yakin, barulah kebijakan ini akan diberlakukan untuk umum.

“Kalau masyarakat masih belum yakin, tetap saja. Jadi nanti sertifikat elektronik dan sertifikat ini akan jalan bareng sampai waktu yang panjang. Sampai masyarakat yakin bahwa sertifikat elektronik ini aman, mudah, dapat diakses dari mana saja dan dapat dipertanggung jawabkan,” kata dia.

Saat ini, Kementerian ATR/BPN sedang menyiapkan rincian teknis sertifikat, mulai dari dokumen elektronik, validasi data pertanahan, dasar hukum yang mengatur kepemilikan, serta alur pembuktian dan penyelesaian sengketa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya dari sisi teknis, Kementerian ATR/BPN juga tengah menyiapkan dari sisi keamanan  yang diawasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Selain itu, Kementerian ATR/BPN juga menerapkan ISO: 27001 2013, yaitu sistem manajemen keamanan informasi yang memastikan segala proses dilakukan sesuai analisa risiko dan mitigasi.

Baca juga: BPN: Sertifikat Tanah Elektronik Belum Berlaku

Sertifikat tanah elektronik juga menggunakan two-factor authentification (2FA) atau dua langkah verifikasi dan tanda tangan elektronik menggunakan certificate authority oleh Badan Sertifikasi Elektronik (BSRE).

Selanjutnya, data digital Kementerian ATR/BPN digunakan dalam model terenkripsi dan dicadangkan secara teratur di dalam pusat data.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.