Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dijuluki Pulau Garam, Ini Hasil Produksi Garam di Madura

Kompas.com - 22/03/2021, 14:50 WIB
Muhammad Choirul Anwar

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com – Pulau Madura terkenal dengan sebutan Pulau Garam. Dari tahun ke tahun, Madura memang selalu jadi salah satu wilayah penyumbang utama hasil produksi garam nasional.

Bahkan, konon Madura menyandang status sebagai ladang garam terbesar di Asia Tenggara. Besarnya hasil produksi garam dari Madura inilah yang menjadi alasan mengapa Pulau Madura dijuluki sebagai Pulau Garam.

Madura juga kerap kali menjadi contoh daerah penghasil garam di Indonesia. Berikut ini adalah ringkasan data produksi garam asal Madura dari tahun ke tahun.

Baca juga: Era SBY dan Jokowi Sama Saja, Tiap Tahun Impor Garam Jutaan Ton

Sebagai gambaran, Madura adalah sebuah pulau yang masuk dalam wilayah teritori Provinsi Jawa Timur (Jatim). Pulau Madura didiami oleh suku Madura yang merupakan suku asli daerah tersebut, yang juga termasuk salah satu suku dengan populasi terbesar di Indonesia.

Secara administrasi pemerintahan, Pulau Madura terdiri dari 4 kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Semua kabupaten di Madura tercatat memproduksi garam tiap tahun.

Dari 4 kabupaten ini, jumlah garam yang diproduksi beragam dan fluktuatif alias naik turun. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), 4 kabupaten di Madura selalu menjadi penyumbang terbesar produksi garam di Jatim.

Baca juga: Susi Pudjiastuti: Impor Garam Harusnya Tak Lebih dari 1,7 Juta Ton

Sayangnya, data statistik KKP belum menyajikan realisasi produksi garam di tahun 2019 dan 2020. Meski begitu, terdapat data rincian produksi garam Indonesia sepanjang tahun 2017 dan 2018.

Data tersebut cukup menjawab pertanyaan mengapa Madura disebut sebagai salah satu daerah penghasil garam terbesar di Indonesia.

Rincian produksi garam Madura per kabupaten

Pada 2017, secara nasional Indonesia mencatat produksi garam sebanyak 1.020.925 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 372.728 disumbangkan dari Jatim.

Di 2017 ini pula, Sumenep mencatat produksi garam sebanyak 126.662 ton. Capaian itu menjadi jumlah produksi garam terbesar di Jatim jika dibandingkan kabupaten/kota lain.

Secara nasional, di 2017 Sumenep jadi produsen garam terbesar kedua di Tanah Air. Data produksi garam Sumenep hanya kalah dari Indramayu yang menempati urutan pertama dengan hasil produksi garam 167.930 ton.

Baca juga: Indonesia Langganan Impor Garam dari Negara Mana Saja?

Selain Sumenep, kabupaten lain di Madura juga rajin menghasilkan garam. Pada 2017, Sampang menghasilkan garam sebanyak 110.343 ton.

Selanjutnya, di tahun yang sama, Pamekasan memproduksi 40.613 ton garam. Adapun Bangkalan mencatat angka produksi garam sebanyak 3.352 ton pada 2017.

Bagaimana produksi garam Madura tahun 2018?

Pada 2018, produksi garam Indonesia secara nasional melonjak 2 kali lipat lebih dibanding tahun sebelumnya menjadi 2.349.629 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 782.738 ton garam berasal dari Jatim.

Di tahun 2018 ini pula, Sampang menjadi kabupaten penghasil garam terbesar di Indonesia dengan total produksi 312.061 ton. Capaian tersebut mengalahkan Indramayu di urutan kedua dengan hasil produksi 285.242 ton garam.

Urutan ketiga kabupaten penghasil garam terbesar di Indonesia adalah Pati dengan angka produksi 265.221 ton. Kemudian ada Bima di urutan ke empat dengan capaian produksi garam 263.224 ton di 2018.

Pada 2018 ini, Sampang mengalahkan tetangganya, Sumenep, yang pada tahun 2017 menjadi pengahil garam terbesar di Madura. Di 2018, Sumenep mencatat produksi garam sebanyak 190.007 ton.

Baca juga: Indonesia Langganan Impor Beras dari Negara Mana Saja?

Sedangkan kabupaten lain di Madura, yakni Pamekasan memproduksi garam sebanyak 140.716 ton di 2018. Kemudian di tahun yang sama, Bangkalan hanya memproduksi garam sebesar 2.749 ton.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com