Kenang Muchtar Pakpahan, KSPSI: Selamat Jalan Pejuang Buruh Indonesia

Kompas.com - 22/03/2021, 18:14 WIB
Ketua Umum Partai Buruh Muchtar Pakpahan menjadi saksi dalam Pengadilan Rakyat Republik Indonesia, dengan terdakwa mantan Presiden Soeharto (almarhum), di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2008). Dalam sidang tersebut, Muchtar menceritakan pengalamannya saat ditahan pada era pemerintahan Soeharto. KOMPAS/PRIYOMBODOKetua Umum Partai Buruh Muchtar Pakpahan menjadi saksi dalam Pengadilan Rakyat Republik Indonesia, dengan terdakwa mantan Presiden Soeharto (almarhum), di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2008). Dalam sidang tersebut, Muchtar menceritakan pengalamannya saat ditahan pada era pemerintahan Soeharto.


JAKARTA, KOMPAS.com – Berpulangnya Muchtar Pakpahan meninggalkan duka mendalam bagi berbagai elemen buruh, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya tokoh buruh Muchtar Pakpahan.

"Saya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya senior tokoh buruh," katanya di Jakarta, Senin (22/3/2021).

Sebagai sama-sama aktivis gerakan buruh, ia dan Muchtar Pakpahan menyimpan banyak kenangan. Ia lantas teringat harapan Muchtar Pakpahan kepada penerus perjuangan buruh Indonesia.

Dikatakan Andi Gani, Muchtar Pakpahan ingin suatu saat buruh harus memiliki gerbong politik yang kuat dalam membela hak-hak buruh Indonesia.

Baca juga: Simak, Ini 14 Alasan Perusahaan Boleh PHK Buruh di Aturan Terbaru

"Selamat jalan pejuang buruh Indonesia. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andi Gani mengaku mengenal baik pribadi Muchtar Pakpahan sejak tahun 90-an saat mendampingi ayahnya, Jacob Nuwa Wea. Jacob Nuwa Wea adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Menurut Andi Gani, sosok Muchtar Pakpahan seringkali berbeda pandangan dengan ayahnya. Namun, persahabatan keduanya tetap terjaga dan saling menghargai.

"Saat ayah saya diangkat menjadi Menaker pun Bang Muchtar tetap menjadi teman diskusi dalam membahas masalah perburuhan," kenang Andi Gani yang juga pimpinan ASEAN Trade Union Council.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ketika dirinya memimpin organisasi besar buruh KSPSI, Muchtar Pakpahan tidak pernah membedakan senior maupun junior.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.