Kompas.com - 22/03/2021, 18:51 WIB
Ilustrasi batubara. Shutterstock/Vladyslav TrenikhinIlustrasi batubara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga komoditas batubara kian membara. Mengutip data Bloomberg, harga batubara Newcastle untuk kontrak pengiriman April 2021 berada di level 93,80 dollar AS per ton per Jumat (19/3/2021). Ini merupakan level tertinggi yang diraih oleh emas hitam tersebut sejak November 2018.

Dalam sepekan harga batubara termal global sudah menguat 6,89 persen. Harga batu bara saat ini juga sudah naik 15,09 persen sejak awal tahun atau secara year-to-date (Ytd).

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Michael Filbery menilai, penguatan harga batubara yang terjadi saat ini ditunjang kenaikan harga batubara di China yang naik dalam sepekan terakhir.

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Keluarkan Abu Batu Bara PLTU dari Daftar Limbah Berbahaya

Dari sisi produksi, batubara juga mengalami tekanan karena adanya inspeksi keselamatan kerja yang ketat di sana. Sehingga sebagai alternatifnya, Negeri Tirai Bambu tersebut melakukan pelonggaran impor yang telah disetujui sejak akhir tahun lalu.

“Hal ini mengantisipasi harga batubara domestik China yang sudah berada di level premium,” terang Michael saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (22/3/2021).

Mengetatnya pasokan juga diperparah dengan memanasnya perang dagang antara China dengan Australia, di mana hingga saat ini China belum membuka keran impor batubara berkualitas tinggi asal Negeri Kanguru tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, Phillip Sekuritas Indonesia memproyeksi harga rata-rata batubara tahun ini berada di level 75 dollar AS-80 dollar AS per ton untuk tahun ini. Asumsi tersebut naik dari estimasi sebelumnya yang berada di kisaran 65 dollar AS per ton.

Hanya saja, terdapat sejumlah sentimen yang berpotensi menekan harga batubara. Salah satunya adalah berakhirnya musim dingin yang akan mengurangi permintaan atas batubara.

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Tak Naikkan Tarif Listrik meski Harga Minyak dan Batu Bara Naik

 

Michael menyebut, permintaan terhadap batubara di China secara historis mencapai puncaknya pada musim dingin.

Hal lain yang berpotensi menekan harga komoditas ini adalah jika hubungan dagang antara China dan Australia membaik. Hal ini tentunya akan meredam penguatan harga batubara, karena arus pasokan batubara dari Australia akan kembali membanjiri Negeri Panda tersebut.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Harga batubara cetak rekor tertinggi sejak November 2018



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.