Konsorsium AP I Akan Jadikan Bandara Hang Nadim Batam sebagai Hub Kargo

Kompas.com - 22/03/2021, 19:36 WIB
Bandara Hang Nadim di Batam tetap buka dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Batam yang ingin melakukan refund atau reschedule tiket pasca tidak adanya rute penerbangan hingga 1 Juni 2020 mendatang. DOK BP BATAMBandara Hang Nadim di Batam tetap buka dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Batam yang ingin melakukan refund atau reschedule tiket pasca tidak adanya rute penerbangan hingga 1 Juni 2020 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan menjadikan bandara tersebut sebagai hub kargo, baik domestik dan internasional.

Hal itu dilakukan setelah konsorsium tersebut memenangkan tender Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim Batam berdasarkan pengumuman Badan Pengusahaan Kawasan Batam (BP Batam) pada 19 Maret lalu,

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia.

Baca juga: Salah Satu Pesawat Kargo Terbesar di Dunia Mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta

 

"Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/3/2021).

Sementara itu, President & CEO Incheon International Airport Corporation Kim Kyung-wook mengatakan, pihaknya akan mengembangkan Bandara Hang Nadim Batam menjadi hub baru yang akan meningkatkan pasar industri aviasi Indonesia dengan menggunakan pengetahuan pengembangan dan operasional bandara yang dimiliki.

"Selain itu, Indonesia merupakan salah satu mitra penting Pemerintah Korea Selatan. Maka kami harap proyek ini akan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pengembangan infrastruktur," jelas dia.

Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan dengan upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia.

Baca juga: AP I Kebut Proyek Pengembangan 4 Bandara Ini

 

Selain itu, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.

Sementara itu, untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, Makassar, dan lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X