Kompas.com - 23/03/2021, 09:38 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (23/3/2021). Berbeda dengan rupiah yang melanjutkan pelemahan di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.11 WIB, IHSG berada pada level 6.334,07 atau naik 32,94 poin (0,52 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.301,13.

Sebanyak 207 saham melaju di zona hijau dan 159 saham di zona merah. Sedangkan 160 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,16 triliun dengan volume 2,3 miliar saham.

Baca juga: Apa Itu IHSG? Ini Pengertian, Manfaat, dan Cara Hitungnya

Bursa Asia pagi ini mixed, dengan kenaikan indeks Nikkei 0,54 persen, dan indeks Strait Times Singapura 0,49 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,37 persen, dan indeks Shanghai Komposit juga turun 0,3 persen.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi, hari ini IHSG berpeluang menguat setelah kemarin IHSG tidak menunjukkan adanya peningkatan nilai transaksi harian.

Menurut dia, secara teknikal tren IHSG masih sideways dengan support pada 6.241, dan posisi penutupan yang mendekati support ini membuka peluang rebound.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.241 sampai dengan 6.440,” kata William.

Baca juga: 5 Saham LQ45 Ini Turun Paling Banyak Dalam Sepekan, Apa Saja?

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pagi ini masih berada di zona merah.

Melansir data Bloomberg, rupiah pada pukul 09.06 WIB berada pada level Rp 14.408 per dollar AS atau melemah tipis 1 poin (0,01 persen) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp 14.407 per dollar AS.

Analis Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, kekhawatiran pasar uang mereda setelah tekanan kenaikan yield US treasury 10 tahun tertahan dan ekspektasi inflasi AS yang tinggi berkurang.

“Pelaku pasar masih mewaspadai kembali naiknya kasus Covid-19 di kawasan Eropa. Minimnya sentimen domestik akan membuat rupiah bergerak konsolidasi pada hari ini,” kata Reny.

Reny memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.390 per dollar AS sampai dengan Rp 14.463 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Hari Ini Masih Merah? Simak Rekomendasi Sahamnya

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.