Diskon Dipangkas, Token Listrik Gratis Tak Bisa Diakses Lagi Via Website hingga WhatsApp PLN

Kompas.com - 23/03/2021, 09:47 WIB
Ilustrasi listrik, meteran listrik. PLN token gratis atau token listrik gratis dalam program stimulus PLN listrik gratis Maret 2021 ShutterstockIlustrasi listrik, meteran listrik. PLN token gratis atau token listrik gratis dalam program stimulus PLN listrik gratis Maret 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) menyatakan, stimulus token listrik gratis sudah tidak bisa diakses secara cuma-cuma oleh pelanggan golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA subsidi.

Hal tersebut selaras dengan penyesuaian pelaksanaan stimulus listrik periode April-Juni 2021.

Mulai April hingga Juni mendatang, pemerintah melakukan penyesuaian terhadap besaran stimulus listrik yang diberikan kepada pelanggan penerima bantuan itu.

Baca juga: Stimulus Diperpanjang, tetapi Token Listrik Tidak Lagi Gratis

Besaran stimulus masing-masing dipotong separuh, sehingga untuk golongan 450 VA menerima 50 persen diskon tarif listrik dan golongan 900 VA subsidi menerima 25 persen diskon tarif listrik.

Dengan adanya penyesuaian tersebut, maka pelanggan prabayar golongan 450 VA dan 900 VA subsidi tidak lagi menerima token gratis secara cuma-cuma.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, penerima bantuan harus membeli token listrik terlebih dahulu agar dapat mengakses stimulus listrik.

“Untuk pelanggan prabayar daya 450, tidak perlu lagi mengakses token, baik di web, layanan whatsapp, maupun PLN Mobile. Stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

PLN juga menekankan bagi pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri daya 450 VA pasca bayar, karena ada perubahan besaran stimulus maka diskon langsung didapat saat melakukan pembayaran rekening listrik.

“Kami mengingatkan, khususnya kepada pelanggan 450 VA pasca bayar, mulai rekening bulan April 2021 harus kembali melakukan pembayaran. Namun tentunya dengan potongan dari stimulus sebesar 50 persen,” tutur Bob.

Baca juga: Abu Batu Bara PLTU Bukan Lagi Limbah Berbahaya, Tarif Listrik Bisa Turun?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X