Kompas.com - 23/03/2021, 11:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan pada bulan Februari 2021 defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 63,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, defisit tersebut tumbuh 2,8 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 61,8 triliun.

"Sampai dengan akhir Februari defisit Rp 63,6 triliun, ini kalau dibandingkan tahun lalu Rp 61,8 triliunitu terjadi kenaikan 2,8 persen," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Defisit APBN Indonesia Lebih Baik Dibandingkan India hingga Malaysia

Nilai dari defisit tersebut setara dengan 6,3 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN yang mencapai Rp 1.006,3 triliun atau 5,7 persen dari PDB.

Sri Mulyani pun mengungkapkan, defisit terjadi lantaran penerimaan negara yang lebuh rendah dibandingkan dengan belanja negara.

Pendapatan Negara

Untuk pendapatan negara, hingga akhir Februari, mencapai Rp 219,2 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 12,6 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp 1.743,6 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sri Mulyani menjelaskan, di bulan Februari ini pendapatan negara sudah menunjukkan tren positif lantaran sudah tumbuh 0,7 persen.

Sementara tahun lalu, pendapatan negara sudah tercatat mengalami kontraksi, yakni 0,1 persen.

"Tahun lalu bulan Februari belum terjadi pandemi, pendapatan negara kontraksi 0,1 persen, ini hal yang sangat positif dan kita akan terus jaga dan memperhatikan perkembangan ini secara hati-hati dan terus akan mendukung akselerasi pemulihannya," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: LRT dan MRT di 5 Kota Segera Dibangun, Bukan dari APBN atau Utang

Dari sisi penerimaan pajak, ia mengatakan, hingga bulan Februari mencapai Rp 146,1 triliun.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.