Siap-siap, Aturan Diskon PPnBM Mobil 2.500 cc Berlaku Mulai April 2021

Kompas.com - 23/03/2021, 12:59 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah melakukan finalisasi aturan untuk diskon Pajak Pembelian atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil dengan kapasitas silinder 1.500 cc hingga 2.500 cc.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan segera mengumumkan insentif berupa pajak ditanggung pemerintah (DTP) tersebut bila PMK sudah selesai dibuat. Ia pun mengatakan, aturan tersebut bisa mulai berlaku mulai bulan April mendatang.

"Untuk PPnBM 2.500 cc sedang proses finalisasi PMK-nya, yang nanti bisa mulai berlaku mulai April, terutama yang di atas 1.500 cc hingga 2.500 cc, nanti akan diumumkan begitu selesai PMK-nya," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa yang dilakukan secara vitutal, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Insentif PPnBM untuk Mobil 2.500 cc, Gaikindo Ingin Syarat TKDN Tidak Sampai 70 Persen

Sri Mulyani sebelumnya mengungkapkan, wacana pemberian isentif untuk mobil dengan kapasitas silinder 2.500 cc merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI beberapa waktu yang lalu, Sri Mulyani mengungkapkan kebijakan tersebut bakal diberikan kepada mobil dengan syarat tingkat komponen dalam negeri sebesar 70 persen.

"Jadi sedang melakukan penyempurnaan, asal TKDN 70 persen bisa sampai ke 2.500 cc, ini yang nanti meng-address isu mengenai beberapa permintaan terhadap monbil di atas 1.500 cc di dalam relaksasi PPnBM yang diberikan," jelas Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/3/2021).

Dengan pemberlakuan kebijakan tersebut harapannya industri otomotif dan turunannya bisa lebih cepat mengalami pemulihan usai terpukul cukup parah akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Diskon PPnBM Fortuner-Pajero dkk, Pemerintah Berpihak ke Si Kaya?

"Jadi memang saat ini (yang berlaku) 1.500 cc, arahan dari Presiden untuk menyampaikan kalau dilihat memang bisa di atas 1.500 cc asalkan TKDN-nya 70 persen itu mungkin bisa jadi pertimbangan," ujar Sri Mulyani.

Dalam kebijakan yang saat ini berlaku, diskon PPnBM berlaku hingga Desember 2021 mendatang. Besaran diskon yang diberikan pun akan lebih kecil seiring dengan berjalannya waktu.

Untuk periode Maret 2021 hingga Mei 2021, pemerintah memberi diskon sebesar 100 persen untuk setiap pembelian mobil dengan kapasitas silinder hingga 1.500 cc. Artinya, PPnBM digratiskan atau ditanggung pemerintah sepenuhnya.

Sementara untuk periode Juni 2021 hingga Agustus 2021, besaran diskon yang diberikan sebesar 50 persen. Sementara untuk periode September 2021 hingga Desember 2021, diskon yang diberikan sebesar 25 persen.

Baca juga: Jokowi Minta PPnBM Fortuner dkk Digratiskan, Sudah Tepatkah?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suku Bunga Acuan BI Terus Naik, LPS: Perbankan Merespons Secara Bertahap

Suku Bunga Acuan BI Terus Naik, LPS: Perbankan Merespons Secara Bertahap

Whats New
Buwas Sebut Ada Pelaku Usaha yang Memainkan Harga Beras

Buwas Sebut Ada Pelaku Usaha yang Memainkan Harga Beras

Whats New
Bulog Hanya Bisa Serap Beras Komersial 166.000 Ton

Bulog Hanya Bisa Serap Beras Komersial 166.000 Ton

Whats New
Sayurbox Pastikan Karyawan yang Terkena PHK Masih Dapat Pesangon

Sayurbox Pastikan Karyawan yang Terkena PHK Masih Dapat Pesangon

Whats New
Semakin Berkurang, Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Sisa 295.337 Ton

Semakin Berkurang, Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Sisa 295.337 Ton

Whats New
Ancaman Resesi 2023, Bos LPS Yakin Tidak Ada Bank Besar yang Jatuh

Ancaman Resesi 2023, Bos LPS Yakin Tidak Ada Bank Besar yang Jatuh

Whats New
Sri Mulyani: Menjelaskan APBN Pakai Angka, Orang Biasanya Tidak Nyambung

Sri Mulyani: Menjelaskan APBN Pakai Angka, Orang Biasanya Tidak Nyambung

Whats New
Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Whats New
Ini Profil 4 BUMN yang Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan

Ini Profil 4 BUMN yang Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan

Whats New
Babak Baru Polemik Perbedaan Data Stok Beras Kementan Vs Bulog

Babak Baru Polemik Perbedaan Data Stok Beras Kementan Vs Bulog

Whats New
Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Whats New
Asuransi Ini Bisa Tanggung Biaya Pengobatan Tradisional China

Asuransi Ini Bisa Tanggung Biaya Pengobatan Tradisional China

Whats New
Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Persiapan Transportasi Laut

Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Persiapan Transportasi Laut

Whats New
Soal Aturan Baru Harga Rumah Subsidi, Sri Mulyani: Sedang Diatur, Alokasi Anggaran Sudah Ada

Soal Aturan Baru Harga Rumah Subsidi, Sri Mulyani: Sedang Diatur, Alokasi Anggaran Sudah Ada

Whats New
Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 52,7 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 52,7 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.