Ini Alasan Jerry Ng Jadikan Bank Jago menjadi Bank Digital

Kompas.com - 23/03/2021, 17:06 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri Bank Jago, Jerry Ng mengungkapkan alasannya mengakuisisi bank kecil untuk diubahnya menjadi bank digital.

Sebagai informasi, Bank Jago merupakan transformasi dari PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) usai dicaplok Jerry Ng melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) bersama Wealth Track Technology (WTT).

Jerry menyebut, Bank Artos terpilih karena memenuhi syarat yang diinginkan bankir ini. Dia lantas mengibaratkan bank jago sebagai rumah baru. Membangun rumah baru akan lebih mudah dibanding merenovasi rumah yang sudah ada.

Baca juga: Usai Right Issue, Bank Jago Bentuk Aplikasi hingga Unit Usaha Syariah

"Lebih gampang bangun rumah baru daripada renovasi. Teknologi itu, mengubah maupun menambah/ membangun di atas teknologi yang sudah ada akan lebih susah. Pemilihan dari Bank Artos adalah suatu keputusan yang strategis," kata Jerry dalam Indonesia Data and Economic Conference Katadata, Selasa (23/3/2021).

Syarat lain yang membuat Jerry mantap mengakuisisi Bank Jago karena bank tersebut belum terpapar teknologi. Jumlah karyawannya pun sangat sedikit sehingga lebih mudah mendigitalisasi bank tersebut.

Lagipula, memilih bank kecil yang belum mengadopsi teknologi digital meminimalisir tantangan yang muncul, utamanya setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika bank-bank lain masih berusaha merampingkan ratusan kantor cabang, Bank Jago tidak perlu melakukan hal itu lantaran kantor cabang Bank Artos kala itu hanya berkisar 3-4 buah.

"Saya pernah tutup 600 cabang dalam 3 bulan, itu bukan hal gampang. Itulah kenapa Bank Artos saya pilih, karena memenuhi syarat itu," ungkap Jerry.

Baca juga: Bank Artos Ganti Nama Menjadi Bank Jago

Lebih lanjut Jerry menuturkan, model bisnis Bank Jago mengadopsi model bisnis digital di AS, Eropa, dan Asia seperti China dan Korea Selatan. Kemudian model bisnis itu dibalut dengan keunikan yang ingin ditonjolkan Bank Jago.

Di Eropa dan AS, model bisnis yang ditonjolkan lebih banyak mengenai life centric. Tak heran, berbagai platform digital di negara maju itu dilengkapi dengan desain UI/UX yang sama canggih.

Sedangkan model bisnis di China dan Korea lebih mengacu pada penggabungan ekosistem sehingga mampu tumbuh lebih cepat. Keunggulan dari masing-masing model bisnis ini akhirnya diadopsi Bank Jago.

"Saya juga belajar banyak waktu launch jenius from nothing. Kita fokus di life centric solution, tapi kerjasama dan berkolaborasi dengan ekosistem," pungkasnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.