Sudah 12 Tahun Berjalan, Ini Perkembangan Program Biogas Rumah

Kompas.com - 23/03/2021, 19:27 WIB
Warga menyalakan kompor biogas untuk digunakan memasak di Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). Di desa tersebut, sejak tahun 2007, sebuah inovasi bahan bakar gas buatan dari kotoran sapi terus dikembangkan yaitu biogas sapi, yang kini kini telah dibangun sebanyak 40 instalasi digester yang dapat disalurkan ke 100 kepala keluarga. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROWarga menyalakan kompor biogas untuk digunakan memasak di Urutsewu, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). Di desa tersebut, sejak tahun 2007, sebuah inovasi bahan bakar gas buatan dari kotoran sapi terus dikembangkan yaitu biogas sapi, yang kini kini telah dibangun sebanyak 40 instalasi digester yang dapat disalurkan ke 100 kepala keluarga.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Program pemanfaatan kotoran ternak dan sampah dapur untuk pengolahan energi alternatif yakni Biogas Rumah (Biru) telah berjalan 12 tahun.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, sejumlah pencapaian telah dicapai oleh program Biru semenjak diluncurkan pada 2009.

Sampai dengan tahun 2021, program Biru telah memfasilitasi terbangunnya 25.157 unit biodigester dan telah memobilisasi pendanaan sebesar lebih dari Rp 200 miliar.

“Program Biru telah menyumbang lebih dari 50 persen unit terpasang biodigester di Indonesia,” kata Dadan dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Mentan Dorong Perusahaan Pertanian Kembangkan Produk Berorientasi Ekspor

Total hingga 2021, Dadan mencatat terdapat 47.998 unit biodigester terpasang secara nasional.

“Diharapkan melalui pembelajaran ini masyarakat dapat belajar dari kisah sukses, pengetahuan dan pembelajaran Program Biru serta menggunakan momentum ini dalam mengakselerasi pencapaian target 1.000.000 unit biodigester berbasis pasar,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, program Biru telah menjangkau lebih dari 119.000 orang penerima manfaat.

Penerima manfaat menerima pendapatan tambahan maupun penghematan pengeluaran dari pengurangan pembelian elpiji 3 kilogram, pembelian pupuk kimia dan pendapatan dari bisnis bioslurry (pupuk alami).

“Pendekatan ini menerapkan sebuah konsep ekonomi sirkular yang menghubungkan pemanfaatan limbah organik, akses energi terbarukan dan ketahanan pangan,” ucap Dadan.

Baca juga: Program Biogas Rumah Masih Terkendala Pendanaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.