"Mari Kita Bicara tentang Keberpihakan kepada Masyarakat Kecil..."

Kompas.com - 24/03/2021, 19:35 WIB
Petani garam sedang mengurai serta mengeringkan garam Humas Kementerian Kelautan dan PerikananPetani garam sedang mengurai serta mengeringkan garam

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU (PPSNNU) meminta pemerintah berpihak pada petani garam dan masyarakat kecil. Permintaan ini menindaklanjuti rencana pemerintah mengimpor garam 3,07 juta ton tahun 2021.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Nelayan NU Wicaksono mengatakan, dukungan diperlukan terlepas dari berbagai alasan pemerintah mengimpor garam selama ini.

Sebagai informasi, alasan pemerintah mengimpor garam selalu sama, yakni karena faktor cuaca, kualitas garam yang tidak sesuai standar industri, hingga kurangnya kuantitas garam lokal.

Baca juga: Susi Pudjiastuti: Impor Garam Harusnya Tak Lebih dari 1,7 Juta Ton

"Mari kita bicara tentang keberpihakan kepada masyarakat kecil. Apabila sebagian wilayah kualitas garam tidak memenuhi standar nasional, marilah kita lakukan pendampingan, mekanisasi pemanfaatan teknologi lebih lanjut kepada para petani kita," kata Wicaksono dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2018, kualitas garam industri harus memenuhi kadar NaCL 97 persen. Saat ini, kadar NaCL industri garam lokal hanya berkisar 70-75 persen.

Jika saat ini industri garam lokal belum memenuhi standar tersebut, hendaknya pemerintah memberi pendampingan kepada masyarakat kecil.

"Saya yakin apabila ada keberpihakan dari pemerintah, impor garam pasti akan stop. Tinggal masalahnya kita hitung volume," tutur Wicaksono.

Lebih lanjut PPSNNU mendesak pemerintah untuk membuka lahan garam baru mencapai 100.000 hektar, alih kelola teknologi, dan mekanisasi, serta modernisasi pertanian garam.

Agar impor garam bisa disetop, pemerintah pun perlu memberantas mafia garam.

"Maka pemerintah perlu turun tangan secara langsung memberantas mafia garam atau tengkulak-tengkulak yang nakal, lakukan operasi pasar, subsidi juga bisa menjadi opsi meski bukan prioritas," sebut dia.

Baca juga: Miris, Harga Garam di 3 Sentra Produksi Cuma Rp 100-200 per Kilogram

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.