Kompas.com - 25/03/2021, 11:03 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba meresmikan terminal Bandara Kuabang di kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (24/3/2021) KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASANPresiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba meresmikan terminal Bandara Kuabang di kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (24/3/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana membangun Pelabuhan Baru Ambon, guna mendukung program Lumbung Ikan Nasional di Provinsi Maluku.

Dalam kunjungan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon, Maluku, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan pelabuhan baru di Ambon sangat diperlukan.

Pasalnya, lokasi Pelabuhan Ambon berada di daerah pusat perdagangan, pemukiman dan fasilitas umum perkotaan lainnya, sehingga sulit dikembangkan karena area lahan yang terbatas.

Baca juga: Profil Fuad Rizal: Bos Konsorsium Pelabuhan Patimban, Eks Dirkeu dan Plt Dirut Garuda

Selain itu, sejumlah kondisi lainnya yang menjadi potensi permasalahan yaitu, pelabuhan kargo dan petikemas eksisting akan mencapai kapasitas maksimum dalam 10-15 tahun.

Kemudian, Teluk Ambon sebagai akses pelayaran keluar dan menuju pelabuhan sangat padat, serta pelabuhan perikanan yang telah mencapai kapasitas maksimum.

“Dengan adanya kondisi tersebut, maka diperlukan pembangunan Pelabuhan Ambon Terpadu sebagai pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budi menyebutkan, rencana ini sejalan dengan dukungan ekspor perikanan, sebab mendorong konektivitas antara Indonesia dan Australia khususnya, konektivitas langsung dari Maluku ke Negeri Kangguru itu.

"Pak Presiden ingin agar hasil produksi ikan yang dikirim atau ekspor sudah berupa produk olahan seperti ikan asap, sashimi, ikan kaleng, dan lain-lain,” tuturnya.

Baca juga: Ingin Integrasikan 8 Pelabuhan di 2021, Luhut: Siapa Menghalangi, Kita Buldoser!

“Disini daerah penghasil ikan yang tinggi atau potensial, tinggal secara tata niaga dan pengembangan teknologi informasi diperbaiki agar masyarakat sekitar yang mendapat manfaatnya," tambah Budi.

Pembangunan infrastruktur dasar dari pelabuhan baru ini akan dibangun menggunakan APBN.

Selanjutnya, untuk pembangunan infrastruktur tambahannya akan dilakukan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Adapun konsep pembangunan pelabuhan baru mengusung konsep pelabuhan yang terintegrasi yang memiliki terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG dan power plant, dengan panjang total dermaga 1000 m (ultimate).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.