Cerita Menristek soal Butuh Waktu Seminggu untuk Tahu Hasil Tes PCR di NTT

Kompas.com - 25/03/2021, 13:34 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro pada Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa (2/3/2021). Tangkapan layar Zoom KemenristekMenristek Bambang Brodjonegoro pada Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa (2/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mengetahui hasil pemeriksaan Covid-19 dengan metode RT PCR.

Hal tersebut diakibatkan karena masih terbatasnya laboratorium yang mampu mengecek hasil dari pengetesan RT PCR.

“Contoh, di NTT itu membutuhkan 1 minggu untuk mengetahui hasil tes PCR. Kenapa, karena mesinnya terbatas, sehingga sampel swab yang diambil dari suatu kota itu harus dibawa ke lab-nya dulu yang ada di Kupang,” ujar Bambang dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Kalbe Farma Luncurkan Tes Covid-19 dengan Metode Air Liur, Berapa Harganya?

Atas dasar itu, Bambang menyarankan agar di daerah yang masih terbatas fasilitas laboratoriumnya diterapkan metode tes Covid-19 menggunakan Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification (RT LAMP).

RT LAMP sendiri merupakan alat tes Covid-19 yang metodenya menggunakan air liur atau metode Sampel Saliva. Alat tes Covid-19 ini dinilai memiliki akurasi yang setara dengan RT-PCR.

“Mungkin Pak Wiku sebagai Satgas Covid-19 ini bisa melihat daerah mana saja yang coverage RT PCR-nya terbatas, antrian panjang, waktu tunggunya panjang dan itu lah yang kemudian di intervensi dengan RT LAMP. Artinya kita posisi RT LAMP ini sebagai pelenglap dari adanya RT PCR,” kata Bambang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai harga pengetesan Covid-19 menggunakan RT Lamp, menurut Bambang bisa lebih murah dibandingkan RT PCR.

“Mengenai harga, setau saya dari pihak Kalbe Farma, kira-kira harganya separuh dari harganya pemeriksaan RT PCR,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, PT Kalbe Farma (KLBF) meluncurkan alat tes Covid-19 yang metodenya menggunakan air liur atau metode Sampel Saliva. Alat tes Covid-19 ini dinilai memiliki akurasi yang setara dengan RT-PCR.

Tes diagnostik Covid-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification (RT LAMP).

Baca juga: Aturan Terbaru KAI: Sudah Pakai GeNose, Tak Perlu Lagi Tes PCR/Antigen

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.