Kompas.com - 25/03/2021, 21:32 WIB
Sejumlah petani dan anggota Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) DPC Kabupaten Purbalingga melakukan aksi menolak rencana impor beras di Desa Brobot, Bojongsari, Purbalingga, Jateng, Selasa (23/03/2021). Perpadi Purbalingga mengkhawatirkan rencana impor beras akan semakin menekan harga gabah kering panen yang saat ini turun dari Rp4.300 menjadi Rp3.500 per kilogram akibat rendahnya penyerapan yang berbarengan dengan panen raya pada bulan maret ini. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/rwa. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIASejumlah petani dan anggota Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) DPC Kabupaten Purbalingga melakukan aksi menolak rencana impor beras di Desa Brobot, Bojongsari, Purbalingga, Jateng, Selasa (23/03/2021). Perpadi Purbalingga mengkhawatirkan rencana impor beras akan semakin menekan harga gabah kering panen yang saat ini turun dari Rp4.300 menjadi Rp3.500 per kilogram akibat rendahnya penyerapan yang berbarengan dengan panen raya pada bulan maret ini. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, sebanyak 459 kecamatan yang tersebar di 85 kabupaten mengalami kondisi harga gabah yang anjlok.

Harga gabah di daerah-daerah tersebut berada di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang sebesar Rp 4.200 per kilogram, seperti diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020.

"Dikonfirmasi dengan data-data di lapangan, memang harga gabah sudah turun menjadi di bawah HPP. Harga jatuh terjadi di 85 kabupaten, itu gambaran singkat perberasan," ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi dalam webinar PDIP, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Buwas: Belum Apa-apa Kok Malah Mau Impor Beras

Ia mengatakan, penurunan ini umumnya terjadi pada kabupaten yang berada di Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun Kabupaten Karawang tercatat menjadi daerah dengan penurunan harga gabah paling rendah yakni mencapai Rp 3.000 per kilogram.

Menurut Suwandi, memasuki panen raya memang harga gabah trennya menurun karena pasokan menjadi melimpah. Terlebih pada tahun ini diproyeksi panen akan lebih tinggi dari tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) potensi panen pada Maret 2020 seluas 1,63 juta hektar dan April mencapai 1,67 juta hektar.

"Kami pantau dengan petugas lapangan, dilaporkan secara online ke Jakarta, betul bahwa harga gabah itu sudah turun di beberapa kabupaten," kata dia.

Baca juga: Ada Potensi Malaadministrasi, Ombudsman Tegas Minta Impor Beras Ditunda

Dia mengatakan, dalam menangani anjloknya harga gabah, Kementan dan Bulog membentuk tim untuk melakukan penyerapan gabah di sejumlah wilayah.

Seperti di Banten sebanyak 35.000 ton gabah, DIY 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, dan Nganjuk 26.592 ton.

Lalu dilakukan pula penyerapan gabah di Maros sebanyak 2.000 ton, Terisi Indramayu 750 ton, Rembang 14.000 ton, Pati 16.000 ton, Barru 500 ton, Brebes 11.000 ton, serta Tegal 11.000 ton.

"Di samping fokus pada produksi, kami hadir menangani ini, bagaimana supaya petani kita di tolong jangan sampai harga jatuh di bawah HPP," kata Suwandi.

Baca juga: Ombudsman Sebut Harga Gabah Turun Bukan karena Isu Impor Beras

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.