Kuartal I/2021, LandX Tebar Dividen Rp 1,36 Miliar ke Investor

Kompas.com - 26/03/2021, 06:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Numex Teknologi Indonesia atau yang populer dengan nama LandX, per Maret 2021 berhasil menebar dividen sebesar Rp 1,36 miliar ke para investornya.

Co-Founder LandX Romario Sumargo mengatakan, dividen ini berhasil dikumpulkan dari 9 proyek besarnya yang rata-ratanya memiliki pendanaan sebesar Rp 3,5-6 miliar.

"Total shared deviden kami tercatat ada sebesar lebih dari Rp 1,36 miliar per kuartal I/2021 dan ini kami dapatkan dari 9 project kami yang bisa terpenuhi dalam waktu 2 minggu dengan rata-rata nilai pendanaan sebesar Rp 3,5 miliar sampai Rp 6 miliar," ujar Romario saat jumpa pers secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: LandX Cetak Total Pendanaan Rp 6,69 Miliar di Januari 2021

Dia membeberkan ada 9 project besar besutan LandX yang menjadi pilihan para investor untuk berinvestasi, mulai dari project kost-kostan JKT 01 sampai JKT 07, Cloud Kitchen, hingga pabrik pupuk batu bara.

Masing-masing project ini memiliki jumlah estimasi pendanaan dan dividen yang berbeda-beda.

Misalnya saja untuk project kos-kosan yang berada di Lantumenten dengan kode JKT07, memiliki total pendanaan Rp 5,75 miliar dengan lembar saham yang dilepas sebesar 5.750 lot.

"Untuk project ini kami membuat harga penawaran per lot sebesar Rp 1 juta. Sementara estimasi dividennya 6-8 persen per tahun," ungkap Romario.

Lalu ada juga project bisnis Pabrik Pupuk Batu Bara dengan kode CAFA yang memiliki total jumlah pendanaan sebesar Rp 7 miliar dan total lembar saham yang dilepas sebesar 7.000 lot saham, dengan harga per lotnya sebesar Rp 1 juta.

Baca juga: Sering Dinantikan Investor, Apa Itu Dividen?

Project CAFA ini jugalah yang dinilai Romario yang menjadi project yang paling diincar oleh para investor LandX.

"Karena biasanya para investor kami melihat project mana yang paling memberi keuntungan yang lebih banyak, yah walaupun risikonya juga tinggi," ucap dia.

Hingga saat ini, perusahaan yang merupakan salah satu Equity Crowfunding ini, berhasil memiliki investor lebih dari 25.000 investor.

Sementara untuk total jumlah pendanaan yang telah tersalurkan lewat platform ini sebesar Rp 36,69 miliar per tanggal 23 Maret 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Earn Smart
Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Spend Smart
Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.