Buka-bukaan Buwas: Rakortas Tak Singgung Impor Beras hingga Stok Cukup

Kompas.com - 26/03/2021, 11:37 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Budi Waseso menjelaskan stok beras telah mencapai 1,324 juta ton sampai sekarang dengan rinciannya, beras pengadaan dalam negeri atau serapan gabah petani sebesar 791.911 ton dan pengadaan luar negeri atau impor sebesar 532.526 ton. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk konsumsi masyarakat saat Lebaran hingga setelahnya. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGDirektur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kompas.com di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Budi Waseso menjelaskan stok beras telah mencapai 1,324 juta ton sampai sekarang dengan rinciannya, beras pengadaan dalam negeri atau serapan gabah petani sebesar 791.911 ton dan pengadaan luar negeri atau impor sebesar 532.526 ton. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk konsumsi masyarakat saat Lebaran hingga setelahnya.

Alhasil, hingga saat ini masih ada 275.811 ton beras hasil impor 2018 yang tersimpan di gudang Bulog, di mana sekitar 106.000 ton diantaranya mengalami turun mutu.

"Setelah rastra hilang, Bulog kehilangan pasar, sehingga jumlah beras yang ada di Bulog tetap besar," katanya.

Melihat kondisi itu, Buwas menilai, penyerapan Bulog seharusnya disesuaikan dengan penyaluran. Saat ini Bulog utamanya menyalurkan lewat operasi pasar ataupun bansos untuk bencana alam.

Ia menjelaskan, sepanjang Januari-Maret 2021 Bulog telah menyalurkan beras CBP untuk operasi pasar sebanyak 123.000 ron, untuk tanggap darurat bencana 1.134 ton, serta untuk golongan anggaran 15.000 ton.

Baca juga: Mengingat Lagi Janji Jokowi Tolak Impor Beras Saat Pilpres

Artinya, dalam tiga bulan terakhir rata-rata penyaluran CBP hanya sebanyak 140.000 ton. atau secara bulanan rata-rata hanya 50.000 ton. Dalam setahun maka diperkirakan penyaluran akan mencapai 600.000 ton.

Dalam perhitungan Buwas, paling banyak Bulog akan menyalurkan beras dari stok CBP sebanyak 800.000 ton per tahun. Menurutnya, ini sudah jauh berbeda dengan kondisi 2018 lalu yang memang angka penyalurannya tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ketentuan Bulog punya CBP 1-1,5 juta ton itu keputusan rakortas 2018. Rakortas itu sifatnya keputusan sementara, bukan keputusan tetap. Tapi ini dipakai sampai sekarang, padahal bansos rastra saja sudah enggak ada,” ungkap dia.

Ia mengatakan, persoalan beras yang menumpuk akibat sisa impor dan penyerapan yang terus dilakukan tiap tahun tetapi penyaluran rendah, telah dikomunikasikannya dalam setiap rakortas. Tapi hingga saat ini belum ada keputusan.

“Persoalan ini tidak pernah selesai di kala saya sampaikan pada forum rakortas, tidak pernah ada keputusan. Tapi kalau soal impor, itu cepat sekali,” papar Buwas.

Baca juga: Impor Beras untuk Siapa?

Stok cukup, tak perlu impor

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.