Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 4,4 Persen, Lebih Rendah dari Target Pemerintah

Kompas.com - 26/03/2021, 13:41 WIB
Chief Economist East Asia and Pacific Bank Dunia, Aaditya Mattoo menjelaskan tentang partisipasi RI dalam GVC di Jakarta, Selasa (28/1/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAChief Economist East Asia and Pacific Bank Dunia, Aaditya Mattoo menjelaskan tentang partisipasi RI dalam GVC di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,4 persen tahun 2021.

Angka tersebut tidak berubah dengan proyeksi yang sebelumnya telah dilakukan Bank Dunia pada akhir tahun lalu.

Bila dibandingkan dengan target pemerintah di APBN 2021 yang sebesar 5 persen, angka proyeksi tersebut pun masih lebih rendah.

Baca juga: Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2021 Masih Minus

Meski di sisi lain, proyeksi tersebut masih masuk kisaran outlook pemerintah, yakni sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen.

“Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan pulih menjadi 4,4 persen pada tahun 2021,” ujar Chief Economist Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, seperti dikutip dari laporan Bank Dunia Edisi April 2021 berjud Pemulihan Belum Merata, Jumat (26/3/2021).

Bank Dunia menilai, meski perekonomian sudah mulai bergerak, masih ada beberapa sektor yang pemulihannya cenderung lambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sektor-sektor tersebut yakni perdagangan, transportasi, dan perhotelan.

Pemulihan yang cenderung lambat terutama terjadi bila pandemi di dalam negeri masih belum bisa dikendalikan.

Baca juga: OECD Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2021 4,9 Persen

Di sisi lain, ketiga sektor tersebut masuk dalam kategori sektor yang paling terdampak krisis akibat Covid-19.

“Layanan bernilai tambah masih rendah, seperti perdagangan, transportasi, dan perhotelan, terkena dampak krisis yang parah dan akan menjadi yang paling lambat untuk pulih, terutama jika wabah merebak,” jelas Mattoo.

Bila melihat wilayah Asia Timur dan Pasifik, Bank Dunia menilai, kinerja perekonomian China dan Vietnam cenderung lebih cepat pulih dibandingkan negara lain.

Secara keseluruhan, Mattoo menilai, ekonomi China dan Vietnam mengalami grafik pemulihan berbentuk huruf V, di mana perekonomian kedua negara tersebut dinilai melampaui kinerja di saat sebelum pandemi.

Sementara untuk negara-negara besar, Bank Dunia memproyeksi rata-rata pertumbuhan ekonominya berada di sekitar 5 persen, di bawah tingkat sebelum pandemi.

Baca juga: Prospek Ekonomi Dunia Membaik, IMF Bakal Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021

“Kinerja perekonomian bergantung kepada efektivitas pengendalian virus, kemampuan memanfaatkan kebangkitan perdagangan internasional, dan kemampuan pemerintah di negara masing-masing dalam memberikan dukungan fiskal dan moneter,” ujar Mattoo.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.