Kompas.com - 26/03/2021, 16:47 WIB
Ilustrasi mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi mobil

SOLO, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit konsumer sudah mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19. Salah satu indikatornya adalah melonjaknya booking atau pemesanan mobil baru.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut, sektor otomotif menjadi salah satu sektor yang mulai bergeliat, di samping sektor properti.

"Kami mendapatkan informasi dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) bahwa booking mobil baru saat ini melonjak hingga 160 persen. Ini menunjukkan sektor otomotif sudah mulai pulih," jelas Wimboh saat berdiskusi dengan media, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Gaikindo Klaim Insentif PPnBM Berdampak Banyaknya Pesanan dan Transaksi Pembelian Mobil

Wimboh berharap, bergeliatnya industri otomotif bisa menjadi katalis bagi sektor-sektor lainnya untuk kembali bergerak. 

Salah satu sektor yang diharapkan bisa kembali pulih dalam waktu dekat ini adalah pariwisata, utamanya sektor perhotelan.

Bisnis perhotelan menjadi sektor yang paling terdampak pandemi. Kebijakan pembatasan sosial menyebabkan wisatawan enggan bepergian. akibatnya, banyak pelaku usaha sektor ini yang kesulitan untuk membayar kewajibannya ke perbankan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami di OJK bersama pemerintah dan Bank Indonesia akan terus menguatkan koordinasi guna mendorong pemulihan ekonomi nasional," lanjut Wimboh.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk penghapusan PPnBM untuk berbagai jenis mobil baru untuk mobil 1.500 cc. Dalam perkembangannya, kebijakan tersebut diperluas untuk mobil 2.500 cc.

Baca juga: Diskon PPnBM Innova-Fortuner Berlaku April 2021, Begini Hitung-hitungannya

Seiring dengan pulihnya sejumlah sektor ekonomi, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun ini akan berada di level 7,5 persen.

Proyeksi tersebut jauh lebih baik dari kondisi 2020, di mana penyaluran kredit perbankan minus hingga 2,41 persen akibat pandemi Covid-19.

Wimboh Santoso menyebut proyeksi pertumbuhan kredit tersebut didasarkan pada data mengenai bergeliatnya sejumlah sektor ekonomi. Utamanya ditopang oleh tumbuhnya konsumsi masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.