Mei, Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 Capai 1 Juta Orang Per Hari

Kompas.com - 26/03/2021, 19:03 WIB
Vaksin AstraZeneca yang dipakai untuk vaksinasi kalangan santri Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021). KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMVaksin AstraZeneca yang dipakai untuk vaksinasi kalangan santri Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (23/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan bisa melakukan vaksinasi kepada 1 juta orang per hari pada bulan Mei nanti.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hingga kini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baru mencapai 500.000 orang per harinya.

"Hari ini, saya baru melaporkan, vaksinasi sudah mencapai 500.000 setiap hari. Itu menetapkan target kami, sehingga kami yakin pada Mei, kami bisa mencapai mungkin 750.000 atau mungkin 1 juta sehari," katanya dalam Bali Investment Forum secara virtual, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: 17.387 Perusahaan Telah Mendaftar Vaksinasi Gotong Royong

Begitu pula dengan penerima vaksin Covid-19 di Bali, yang diperkirakan akan mencapai 1,5 juta orang pada bulan ini atau paling lambat April 2021.

"Kami mendapat pesan singkat dari Jakarta, akan mengirim vaksin Astrazeneca ke Bali. Harapannya, Bali bisa mendapatkan 1,5 juta vaksin. Semoga bulan ini atau bulan depan," ujar Luhut.

Menurut eks-Menko Polhukam ini, percepatan pelaksanaan vaksinasi tersebut diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor pariwisata yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi, turis adalah salah satu sektor yang sangat penting bagi kami. Tapi sekali lagi seperti yang saya katakan, Bali adalah salah satu target kami. Jika ini bisa terjadi, saya pikir Anda bisa melihat hubungan bagaimana kita mengatasi Covid-19 dan bagaimana kita melihat pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan jadwal vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang akan dimulai pada April 2021. Hal ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Pada tahap ini, vaksinasi akan menyasar masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Baca juga: Erick Thohir: 50.000 Orang Telah Disuntik Vaksin di Sentra Vaksinasi BUMN

 

Sementara itu, saat ini pelaksanaan program vaksinasi nasional telah berjalan dalam dua tahap, yakni tahap pertama dan tahap kedua. Kedua tahap ini berjalan sejak Januari hingga April 2021.

Pada dua tahapan ini, vaksinasi menyasar tenaga kesehatan, pedagang pasar, pendidik (guru, dosen, tenaga pendidik), tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), aparat keamanan (TNI-Polri).

Lainnya adalah pekerja pariwisata (petugas hotel dan petugas restoran), pelayanan publik (Damkar, BPBD, BUMN, BPJS, Kepala/perangkat Desa), pekerja transportasi publik, atlet, dan para jurnalis.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.