Aturan Larangan Mudik Digodok Kemenhub, Bakal Sama Seperti Tahun Lalu?

Kompas.com - 26/03/2021, 19:55 WIB
Ilustrasi mudik lebaran KOMPAS / TOTOK WIJAYANTOIlustrasi mudik lebaran

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera menyusun aturan pelaksana pengendalian transportasi pada periode mudik Lebaran 2021.

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah resmi mengumumkan aturan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, belum bisa memastikan, apakah pelaksanaan larangan mudik tahun 2021 akan sama seperti yang diterapkan pada periode Lebaran tahun lalu.

Baca juga: MTI dan Organda Dukung Rencana Larangan Mudik, Tapi...

Kemenhub masih melakukan dengan Satgas Penanganan Covid-19, TNI, Polri, kementerian atau lembaga terkait, dan pemerintah daerah.

“Kami masih konsolidasikan,” ujar Adita kepada Kompas.com, Jumat (26/3/2021).

Meskipun belum bisa memastikan seperti apa skenario pelaksanaan larangan mudik tahun ini, Adita memastikan, pembatasan pergerakan transportasi akan kembali diterapkan baik untuk kendaraan umum maupun pribadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam pengaturan dan pengawasan di lapangan, Kemenhub berkoordinasi intens dengan Polri," katanya.

Selain itu, aturan pembatasan pergerakan transportasi juga masih akan mengacu kepada berbagai Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan Kemenhub.

"Sejak pandemi, Kemenhub telah mengeluarkan aturan berupa Surat Edaran tentang protokol kesehatan secara ketat, mulai keberangkatan, dalam perjalanan, hingga kedatangan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021, setelah dilakukan pembahasan dalam rapat tingkat menteri.

Baca juga: 10.000 Pegawai Kemenhub Akan Disuntik Vaksin Covid-19

"Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Keputusan tersebut diambil mengingat tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya setelah libur Natal dan Tahun Baru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X