Jokowi: MoU Impor Beras dengan Thailand dan Vietnam Hanya untuk Jaga-jaga

Kompas.com - 26/03/2021, 20:03 WIB
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo meresmikan terminal Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (24/3/2021). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo meresmikan terminal Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (24/3/2021).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo buka suara mengenai polemik impor beras yang terjadi di masyarakat.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah memang telah memiliki nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Thailand dan Vietnam terkait impor beras. Namun, hal itu hanya untuk jaga-jaga di tengah situasi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian.

"Saya tegaskan memang ada MoU dengan Thailand dan Vietnam. (Tetapi) itu hanya untuk berjaga-jaga," ujar Jokowi ketika memberikan keterangan seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).

"Mengingat situasi pandemi yang penuh ketidakpastian. Saya tegaskan lagi, berasnya belum masuk," sambungnya.

Baca juga: Buka-bukaan Buwas: Rakortas Tak Singgung Impor Beras hingga Stok Cukup

Sebelumnya diberitakan pemerintah Indonesia dan Thailand akan segera meneken perjanjian impor beras sebanyak 1 juta ton pada akhir Maret 2021.

Nota kesepahaman sebanyak 1 juta ton dalam setahun tersebut merupakan kesepakatan antar pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Isi perjanjian ini adalah terkait pasokan beras asal Thailand ke Indonesia, mencakup tidak lebih dari 1 juta ton beras putih dengan kadar retak 15-25 persen (beras medium).

Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit Perjanjian ini berlaku untuk pasokan impor 1 juta ton beras dalam setahun dengan durasi empat tahun. Namun demikian, impor beras dari Thailand yang dilakukan Indonesia juga dilakukan dengan syarat tertentu yakni tergantung produksi beras kedua negara tersebut dan harga beras dunia.

Adapun Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi menjelaskan perjanjian tersebut merupakan dasar untuk kedua negara saling pengertian terkait pemenuhan stok beras, khususnya bagi Indonesia. Bila sewaktu-waktu produksi beras dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah di Bulog, maka akan dilakukan impor beras dari Thailand sesuai kesepakatan.

"Kalau sampai ada apa-apa, kita bisa beli stok dari sana (Thailand). Pengertiannya begitu," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Buwas: Belum Apa-apa Kok Malah Mau Impor Beras

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.