Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Ekuitas: Pengertian, Jenis, Perhitungan, dan Contohnya

Kompas.com - 27/03/2021, 05:53 WIB
Muhammad Idris

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Apa itu ekuitas? Ekuitas adalah hak pemilik atas aset sebuah perusahaan setelah dikurangi dengan jumlah kewajiban. Padanan arti ekuitas adalah modal.

Dengan demikian, rumus ekuitas adalah aset dikurangi kewajiban atau liabilitas. Sederhananya, pengertian ekuitas adalah jumlah aset atau harta yang bisa dikembalikan kepada pemilik perusahaan apabila perusahaan dilikuidasi dan semua kewajiban utangnya sudah terbayar.

Sementara itu dikutip dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

Arti ekuitas lainnya yakni investasi yang ditanamkan pemilik dalam perusahaan. Jumlah ekuitas ini bisa berkurang apabila pemilik perusahaan melakukan penarikan aset.

Baca juga: Apa Itu UMKM: Pengertian, Kriteria, dan Contohnya

Ekuitas juga bisa berkurang karena sebab lainnya seperti kerugian perusahaan atau keuntungan perusahaan yang ditarik oleh pemiliknya. Ekuitas bisa menjadi negatif alias defisit saat jumlah kewajiban lebih besar daripada jumlah asetnya.

Jumlah ekuitas sendiri dilaporkan perusahaan dalam neraca perusahaan yang menggambarkan kondisi sehat tidaknya perusahaan. Perusahaan bisa dikatakan tak sehat apabila ekuitas adalah selalu negatif.

Jenis dan unsur ekuitas

1. Modal disetor

Modal disetor merupakan jumlah uang disetor atau ditanamkan pemilik perusahaan (pemegang saham). Dengan kata lain, ekuitas adalah yang telah dimasukkan pemegang saham sebagai pelunasan pembayaran saham yang diambil dari modal yang ditempatkan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Giro, Cek, dan Bilyet Giro

2. Keuntungan yang ditahan

Keuntungan ditahan atau biasa disebut keuntungan tak dibagi merupakan hasil untung bersih dari operasional perusahaan namun tak diambil oleh pemilik atau pemegang sahamnya.

Keputusan laba ditahan atau sebaliknya ditarik diputuskan oleh pemilik perusahaan. Sebagai contoh, dalam perusahaan terbuka, keuntungan berupa dividen yang akan ditahan ditentukan oleh RUPS.

3. Modal dari penilaian kembali

Perusahaan kerapkali melakukan penilaian ulang atas aset-asetnya. Apabila kemudian dalam penilaian ditemukan penyesuaian, maka akan mengubah neraca perusahaan.

Baca juga: Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Cara Membeli

Sebagai contoh, perusahaan melakukan penilaian kembali atas aset berupa tanah yang harganya telah mengalami kenaikan. Kenaikan nilai aset ini akan meningkatkan nilai arti ekuitas perusahaan.

4. Modal hibah atau sumbangan

Apa itu ekuitas yakni semua harta yang bertambah setelah dikurangi kewajiban. Itu sebabnya, penambahan aset dari hibah atau sumbangan akan meningkatkan ekuitas perusahaan.

Modal hibah atau sumbangan ekuitas adalah ketika perusahaan mencatatkan penambahan aset baru tanpa melakukan pengeluaran atau belanja modal.

Baca juga: Pengertian Deposito, Tingkat Bunga, Keuntungan, dan Kelemahannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com