BSI Bakal Fokus ke Pengembangan UMKM dan Layanan Digital

Kompas.com - 27/03/2021, 10:14 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia  Hery Gunardi menerima kunjungan Group Chief Executive Officer (CEO)  Dubai Islamic Bank Group Adnan Chilwan Rabu (3/3/2021) di Jakarta. DOKUMENTASI BSIDirektur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi menerima kunjungan Group Chief Executive Officer (CEO) Dubai Islamic Bank Group Adnan Chilwan Rabu (3/3/2021) di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk saat ini fokus untuk pengembangan UMKM dan layanan digital. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung industri halal di Indonesia.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menyatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan ekonomi di berbagai segmen, baik korporasi, komersial, usaha kecil dan menengah, usaha mikro, konsumer dan pesantren.

Hal ini ditunjang dengan layanan prima, jaringan luas, akselerasi digital dan diversifikasi produk yang beragam.

Baca juga: Siap-siap, BRI Tebar Dividen Rp 12,1 Triliun Tahun Ini

“Sebagai bank terbesar ketujuh di Indonesia, semakin memperkuat posisi BSI dalam memberikan dukungan terhadap industri halal,” kata Hery seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (27/3/2021).

Hal tersebut ia ungkapkan dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan Jawa Timur, Jumat (26/3/2021).

Dalam acara tersebut hadir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun memaparkan, BSI memiliki lebih dari 1.300 cabang dan lebih dari 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

Saat ini, BSI pun melayani pembukaan rekening secara online melalui Mobile Banking BSI. 

Sampai Februari 2021, penyaluran pembiayaan BSI di sektor UMKM sebesar Rp 35,3 triliun. Pertumbuhan transaksi secara year on year (yoy) BSI mobile sebesar 77,24 persen dengan nilai volume per 28 Februari 2021 sebesar Rp11 triliun.

Berdasarkan riset dari State of the Global Islamic Economy Report, industri halal menyimpan potensi besar yaitu sebesar lebih dari Rp 4.000 triliun.

Potensi industri halal ini terdiri dari halal food, fashion, media, tourism, pharmacy, cosmetics, dan umrah. Dengan dukungan Pemerintah dan regulator, industri perbankan syariah kedepannya diharapkan tumbuh secara eksponensial, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia.

Baca juga: BSI Gandeng Jamkrindo Syariah Guna Perkuat Lini Bisnis Cicil Emas



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X