Kunci Membangun Koperasi Modern

Kompas.com - 27/03/2021, 16:17 WIB
Ilustrasi koperasi Indonesia di zaman digital. koperasi adalah, asas koperasi adalah, azas koperasi adalah, tujuan koperasi adalah (DOK. SHUTTERSTOCK) Ilustrasi koperasi Indonesia di zaman digital. koperasi adalah, asas koperasi adalah, azas koperasi adalah, tujuan koperasi adalah (DOK. SHUTTERSTOCK)

Para pemimpin koperasi, Pengurus dan Manajer, perlu berpikiran terbuka. Termasuk curiga pada sindrom kesuksesan yang menjebak (success trap), yang membuat nyaman, abai dan kemudian lembam.

Kunci kedua dari modernisasi koperasi terletak pada pengembangan usaha (business innovation).

Ibaratkan saja sebagai hardware yang perlu rutin di-tune up agar kencang larinya. Dalam pengembangan usaha ini, kita membutuhkan satu fitur utama, intrapreneurship. Yaitu praktik entrepreneurial atau kewirausahaan dalam suatu perusahaan.

Pengurus dan Manajer perlu mengembangkan intrapreneurship. Bahkan kita perlu mulai membudayakan adanya fungsi dan jabatan baru seperti Chief Innovation Officer (CIO). Fungsi ini bisa diletakkan di bawah Pengurus atau langsung diimplan di manajemen.

Di swasta, CIO sudah kaprah dan massif. Dialah yang bertanggungjawab untuk selalu menyegarkan model atau proses bisnis perusahaan. Sebagai percontohan bagi yang lain, koperasi skala menengah dan besar perlu memulainya.

Belum lama juga di gerakan koperasi dunia lahir International Cooperative Entrepreneurship Think Tank (ICETT) yang berasosiasi dengan International Cooperative Alliance (ICA). Lembaga think tank kewirausahaan koperasi itu berdiri pada tahun 2018, baru tiga tahun yang lalu.

Tujuannya untuk mengakselerasi gagasan dan praktik kewirausahaan dan inovasi di koperasi. Sebabnya sama, mereka melihat tantangan strategis yang begitu berbeda dan di sisi lain koperasi mengalami kelembaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai inovasi perlu dihadirkan untuk merespon kebutuhan dan aspirasi anggota. Di mana anggota atau manusia menjadi pusat gravitasi koperasi, harusnya menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis. Apa yang menjadi “masalah” bagi anggota, adalah “peluang” bagi koperasi. Memberi solusi dengan berbagai produk dan layanan yang tepat.

Baca juga: Mengenal Bapak Koperasi Indonesia dan Sejarah Lengkapnya

Menjawab tantangan

Dengan dua kunci itu, koperasi dapat merespons lima tantangan strategis di atas. Koperasi juga bisa adaptif dengan zeitgeist yang terus berubah. Ujungnya, saat menghadapi generasi Y dan Z, koperasi dapat memberikan value proposition yang tepat kepada mereka. Yang mana mereka berpikir dan mengenali koperasi sebagai entitas bisnis.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.