Terusan Suez Belum Bisa Dipastikan Kapan Dibuka Kembali

Kompas.com - 28/03/2021, 10:40 WIB
Foto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal kargo MV Ever Given masih terjebak diagonal di Terusan Suez, dekat Suez, Mesir, pada Jumat (26/3/2021). Akibat Terusan Suez macet, lebih dari 200 kapal antre masuk dan beberapa di antaranya mulai berputar mengubah rute. ©MAXAR TECHNOLOGIES via APFoto satelit dari Maxar Technologies memperlihatkan kapal kargo MV Ever Given masih terjebak diagonal di Terusan Suez, dekat Suez, Mesir, pada Jumat (26/3/2021). Akibat Terusan Suez macet, lebih dari 200 kapal antre masuk dan beberapa di antaranya mulai berputar mengubah rute.

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Terusan Suez (Suez Canal Authority/SCA) belum bisa memastikan kapal kontainer Ever Given Shoei Kisen yang terjebak bisa kembali terapung bebas.

Mengutip Financial Times, Minggu (28/3/2021), Kepala SCA, Osama Rabie menyebut, tidak ada batas waktu yang ditentukan untuk membebaskan kapal seberat 220.000 ton yang terjebak di situ.

Padahal, Terusan Suez adalah salah satu arteri utama perdagangan global. Kendala kapal kontainer raksasa yang terjebak akan menghambat ekspor-impor negara-negara lain.

Baca juga: 5 Fakta Macetnya Terusan Suez: Kronologi, Penyebab hingga Kerugiannya

Selain mengeruk pasir di sekitar kapal, kini upaya penyelamatan kapal kemungkinan bergeser untuk membongkar kembali seluruh muatan kapal. Adapun hingga Sabtu waktu setempat, kapal baru bergerak sedikit setelah dilakukan pengerukan pasir dan ditarik oleh kapal penarik.

"Kami mungkin harus menggunakan plan C, memindahkan setidaknya beberapa ribuan (muatan) kontainer di atas kapal," kata Rabie mengutip Financial Times.

Jika muatan kapal diturunkan, kemungkinan pembukaan kembali kanal akan tertunda hingga berminggu-minggu kemudian. Tentu, akan ada gangguan parah pada rantai pasokan untuk segala hal, mulai dari suku cadang mobil, komoditas seperti minyak mentah, hingga mainan anak-anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tercatat, sekitar 12 persen perdagangan lintas laut melewati Terusan Suez, yang merupakan rute tercepat pengiriman barang dari Eropa ke Asia.

Akibat kendala itu, lusinan kapal kontainer dan kapal tanker minyak telah mulai mengubah rute ke sekitar Afrika, rute yang akan menambah waktu perjalanan lebih dari seminggu. Bahkan, beberapa kapal telah diperintahkan untuk menurunkan kargo di pelabuhan terdekat.

Rabie menyebut, ada beberapa harapan kapal akan kembali terapung pada hari Jumat (26/3/2021). Kapal yang bersandar secara diagonal di dua tepi kanal itu terlihat bergerak sedikit demi sedikit.

"Bagian buritan dan kemudi telah bergerak. Namun air surut telah menggagalkan upaya terbaru untuk membebaskan kapal," ungkap Rabie.

Kerugian

Rabie menuturkan, jumlah kapal yang menunggu untuk transit di kanal itu membengkak menjadi sekitar 320 kapal.

Lloyd's List memperkirakan, lebih dari 10 miliar dollar AS per hari barang telah tertunda di pintu masuk utara dan selatan ke terusan Suez sejak Ever Given macet pada hari Selasa.

Berdasarkan hitungannya, Mesir kehilangan dana hingga 14 juta dollar AS sehari untuk membiayai masalah di terusan Suez itu.

Baca juga: KKP: Pemburu Harta Karun Asing Incar Kapal Flor de la Mar yang Tenggelam di Selat Malaka

Perusahaan pengiriman asal Mediterania yang merupakan grup ekspedisi terbesar kedua di dunia berpendapat, dunia tengah menghadapi gangguan terbesar terhadap perdagangan global akibat adanya kendala tersebut.

Perusahaan itu memperingatkan, akan ada kendala dalam rantai pasok setidaknya hingga beberapa bulan mendatang, bahkan jika terusan Suez kembali dibuka secepatnya.

“Berlayar di sekitar Tanjung Harapan adalah sebuah opsi di beberapa rute," kata Wakil Presiden Senior Mediteranian Shipping Company, Caroline Becquart.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X