Bukan KTP atau Kartu Kredit, Ini 6 Syarat Jika Ingin Mengajukan Pinjaman KTA

Kompas.com - 28/03/2021, 14:10 WIB

KOMPAS.com - Saat ini pinjaman uang untuk berbagai keperluan bertebaran. Tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

Di antaranya untuk modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan anak, bahkan sampai yang sifatnya konsumtif, seperti liburan.

Salah satu pinjaman atau kredit yang cukup populer adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA). Sesuai namanya, pinjaman KTA tidak perlu jaminan atau agunan.

Dapat diajukan langsung ke bank atau melalui fintech. Dalam proses pengajuannya, ada yang mensyaratkan calon debitur punya kartu kredit, ada juga yang tidak.

Plafon pinjaman KTA mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 500 juta. Pun dengan tenornya lumayan panjang hingga 60 bulan (5 tahun). Sedangkan suku bunga yang ditawarkan terbilang tinggi.

Akses KTA terbuka lebar bagi siapapun. Meski demikian, Anda perlu memperhatikan 6 hal berikut ini bila ingin mengajukan pinjaman KTA, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Pastikan Anda mampu mengelola keuangan

Sebetulnya mengajukan pinjaman apapun, termasuk KTA harus dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan. Sebab, kredit ini termasuk utang. Kewajiban yang harus dibayar setiap bulan sampai lunas.

Jika enggan mengatur anggaran secara rutin, maka berapapun gaji atau penghasilan Anda bakal lenyap begitu saja tanpa bekas. Tak tahu ‘larinya’ ke mana.

Begitu harus membayar cicilan KTA, tak punya duit karena sudah habis. Akhirnya gagal bayar.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengelola keuangan. Mencatat setiap pemasukan serta pengeluaran dengan baik. Pakai prinsip 40-30-20-10.

Sebesar 40 persen dari gaji untuk anggaran kebutuhan sehari-hari. Kemudian 30 persen untuk membayar utang, termasuk cicilan KTA. Tabungan atau investasi, porsinya 20 persen dari penghasilan. Dan sisanya 10 persen untuk beramal.

Dengan membuat pos-pos anggaran yang jelas, pembayaran pinjaman KTA Anda bakal mulus jalannya. Tidak ada kredit macet.

2. Ketahui seluk beluk seputar KTA

Setiap bank punya produk pinjaman KTA. Pun dengan fintech, hampir seluruhnya menyediakan layanan pengajuan KTA dari berbagai bank.

Walaupun sama-sama KTA, namun syarat dan ketentuan pengajuan masing-masing bank dan fintech berbeda. Jadi, cari tahu dulu informasi seputar KTA, termasuk untung ruginya.

Membekali diri dengan informasi yang cukup akan menghindarkan Anda dari kesalahpahaman. Jika masih bingung, sebaiknya bertanya langsung pada call center maupun customer service bank atau fintech.

Bila perlu, tanya kepada keluarga, teman, atau rekan yang pernah menggunakan fasilitas pinjaman KTA agar tak merasa ‘dijebak’ nantinya.

3. Mengajukan kredit untuk hura-hura? No way

Berutang pada dasarnya tidak masalah, asal digunakan untuk sesuatu yang produktif. Bahkan kalau perlu menghasilkan, seperti modal usaha, bangun rumah untuk bisnis kos-kosan, biaya pendidikan anak, dan lainnya.

Yang bahaya, kalau pinjaman KTA dipakai buat konsumtif, seperti belanja, liburan ke luar negeri. Ingat, tingkat bunga KTA tinggi. Mulai dari 0,59 persen, 1 persen, 1,55 persen, dan 2 persen per bulan (flat).

Kelihatannya kecil. Tetapi kalau diakumulasikan setahun, bisa 12 persen sampai dengan 24 persen. Misal perhitungan kasarnya, cicilan pinjaman KTA sebesar Rp 1,5 juta per bulan, bunga 2 persen per bulan Rp 30 ribu. Jika setahun berarti Rp 360 ribu untuk pembayaran bunganya saja.

Bila utang untuk modal usaha, maka Anda punya keuntungan dari bisnis yang bisa digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunganya. Sedangkan utang buat belanja online, tidak menghasilkan apapun. Justru duit ludes tak tahu rimbanya.

Baca Juga: Cara Lapor Pajak SPT Tahunan untuk UMKM dan Bisnis Online

4. Hilangkan prinsip hidup hanya satu kali

Memang sih hidup hanya satu kali, tetapi bukan berarti seenak jidat menggunakan uang, apalagi dari hasil pinjaman. Anda tetap harus punya arah kebutuhan yang jelas, bukan menuruti keinginan yang menjadi nafsu sesaat.

Jika Anda punya prinsip demikian, pikirkan untuk sesuatu yang positif. Karena hidup hanya satu kali, manfaatkan pinjaman sesuai tujuannya.

Kalau tujuan awal mengajukan KTA buat modal usaha, ya alokasikan untuk itu. Jangan melenceng bila tidak ingin kena masalah ke depannya.

5. Bebas dari utang yang lain

Banyak orang mengajukan KTA untuk membayar atau melunasi utang sebelumnya. Istilahnya gali lubang baru untuk menutup lubang lama.

Perilaku ini yang akan menjadi bumerang buat Anda. Sebab, bukannya meringankan utang, justru bakal membebani keuangan Anda.

Contohnya mengambil pinjaman KTA untuk membayar cicilan KPR atau DP rumah. Anda malah akan punya dua utang sekaligus dengan angsuran lebih besar.

Pembayaran bunga juga menjadi beban berat keuangan Anda, bahkan dalam jangka panjang. Bila Anda tak mampu menyiasatinya, potensi kredit macet sangat besar.

Maka dari itu, sebelum mengajukan KTA, sebaiknya Anda terbebas dulu dari utang lainnya. Pastikan batas utang Anda tidak lebih 30 persen dari penghasilan setiap bulan.

6. Komitmen dan disiplin membayar utang

Kalau punya utang, Anda harus tahu konsekuensinya. Yakni membayar cicilan tepat waktu hingga lunas.

Dalam hal ini, butuh komitmen dan disiplin menyisihkan uang setiap bulan sesuai perencanaan anggaran yang sudah dibuat. Kemudian membayar cicilan sebelum jatuh tempo agar terhindar dari denda keterlambatan.

Porsi untuk membayar cicilan utang sebesar 30 persen dari gaji atau penghasilan. Jika kurang, berarti Anda perlu kerja keras lagi dengan mencari tambahan penghasilan guna menutup utang tersebut.

Dengan cara ini, utang-utang Anda dijamin bisa lunas. Pikiran jadi tenang, tidur pun lebih nyenyak karena beban keuangan hilang. Ingat, kuncinya adalah komitmen dan disiplin. Jangan tergoda untuk menghamburkan uang untuk hal-hal tidak bermanfaat.

Kedisiplinan membayar utang tentunya akan diapresiasi oleh bank atau lembaga keuangan. Di mana pinjaman yang diajukan di masa mendatang menjadi lebih mudah disetujui karena Anda dinilai mampu melunasinya tepat waktu. Bahkan total pinjaman yang didapat lebih besar daripada sebelumnya.

Jadilah Debitur yang Bertanggung Jawab

Ketika Anda sudah memutuskan mengajukan pinjaman KTA, saat itu juga Anda harus bertanggung jawab atas kewajiban tersebut. Dalam hal ini, perlu strategi manajemen pengelolaan utang yang tepat.

Selain memakai utang untuk hal produktif, Anda juga perlu berhemat. Memangkas pengeluaran tidak mendesak, sehingga lebih banyak uang yang bisa disisihkan untuk membayar utang.

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjtanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.