Menkop UKM Dorong Lahirnya Banyak Wirausaha Baru Melalui Koperasi

Kompas.com - 28/03/2021, 16:09 WIB
Ilustrasi pekerja KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi pekerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berupaya mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru melalui koperasi di Indonesia.

Teten menilai pertumbuhan kewirausahaan Indonesia mengalami stagnansi di angka 3,47 persen. Oleh karena itu, Teten Masduki memiliki target khusus untuk mencapai rasio kewirausahaan yang lebih tinggi lewat pemberdayaan koperasi kepada UMKM.

Teten meminta koperasi untuk hadir menjadi lembaga pembiayaan alternatif di luar perbankan agar memberikan pembiayaan murah dan mudah kepada pelaku UMKM.

Baca juga: Pulihkan Ekonomi Bali, Pemerintah Mau Hapus Kredit Macet UMKM

"Pembiayaan mikro sangat dibutuhkan. Sekarang ini masih banyak masyarakat membutuhkan pembiayaan mikro murah dan mudah. Di sini koperasi hadir," ujarnya melalui siaran resminya, dikutip Kompas.com, Minggu (28/3/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam fokus utama kerja kementeriannya, ada hal yang menjadi catatan. Pertama, mendorong usaha mikro yang sejenis misalnya pertanian, peternakan, atau warung kelontong untuk bersatu dalam koperasi agar mudah dalam hal pembiayaan maupun penggunaan teknologi.

“UMKM ini yang kecil-kecil kalau nggak dibantu mereka nggak kuat, malah bisa habis," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Termasuk penggunaan teknologi yang diterapkan lembaga-lembaga besar bisa dibantu dan diterapkan ke UMKM.

“Jangan UMKM kecil ini sendirian, harus dikonsolidasi paling tidak agar tak belajar sendiri tapi dibantu dengan keterlibatan semua pihak," katanya.

KemenkopUKM, sambung Teten, telah bekerja sama dengan perusahaan pelat merah, PT BGR Logistics (Persero) dalam mengembangkan koperasi-koperasi pangan, agar BGR menjadi agregator, pendamping, sekaligus offtaker produk-produk UMKM.

Baca juga: Apa Itu UMKM: Pengertian, Kriteria, dan Contohnya

Selanjutnya catatan yang kedua mengenai target kewirausahaan. Ia diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi pertumbuhan kewirausahaan Indonesia yang mengalami stagnansi di angka 3,47 persen.

Kemudian sebanyak 98 persen kewirausahaan masih didominasi usaha mikro yang pendapatannya di bawah UMR. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan Singapura, yang jumlah wirausahanya mencapai 8,5 persen, maupun Malaysia dan Thailand masing-masing di angka 4,5 persen.

"Strategi besarnya bukan nambah ultra mikro makin banyak, tapi harus didorong usaha mikro ini naik, yang kecil dan menengah makin besar. Sektor formal diperbesar sehingga penyerapannya ke mikro akan lebih besar lagi," sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.