Klub Bola Milik Kaesang Berencana IPO, BEI: Kabar yang Menggembirakan

Kompas.com - 29/03/2021, 10:44 WIB
Salah satu pemilik baru Persis Solo, Kaesang Pangarep, berpose dengan jersey Persis seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Persis Solo di Hotel Alila, Solo, Sabtu (20/3/2021). PERSIS SOLOSalah satu pemilik baru Persis Solo, Kaesang Pangarep, berpose dengan jersey Persis seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Persis Solo di Hotel Alila, Solo, Sabtu (20/3/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Klub bola yang dikelola oleh putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, PT Persis Solo Saestu (PSS) dikabarkan bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bila Initial Public Offering (IPO) tersebut terlaksana, maka Persis Solo akan mengikuti jejak Bali United (BOLA) yang sebelumnya telah menjadi perusahaan terbuka.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyambut baik kabar tersebut.

“Informasi tentang rencana IPO dari Persis Solo merupakan kabar yang menggembirakan, namun sampai dengan 26 Maret 2021 kami memiliki 24 pipeline saham dan belum terdapat klub bola di dalamnya,” kata Nyoman Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Duet Erick Thohir dan Kaesang Resmi Kelola Persis Solo

Nyoman mengatakan, setelah Bali United (BOLA) menjadi Perusahaan Tercatat di Bursa, beberapa klub sepak bola di Indonesia telah menunjukkan minat untuk dapat melakukan IPO dan memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk bertransformasi dan bertumbuh.

Oleh karena itu ia berharap, Persis Solo dan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia dapat segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, sehingga memberikan kesempatan para supporter klub tersebut untuk ikut memiliki sahamnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, Nyoman mengatakan, bila klub sepak bola ingin masuk ke pasar modal, maka diperlukan persiapan yang komprehensif karena kondisi ekonomi dan pasar modal yang dinamis.

“Kami memberikan dukungan melalui diskusi dan sharing informasi mengenai IPO dan menjadi Perusahaan Tercatat di BEI. Kami berharap dengan kondisi pemulihan perekonomian dan pasar modal tahun ini serta adanya kemungkinan akan dimulainya kembali kompetisi liga sepak bola di Indonesia, rencana klub-klub sepak bola menjadi Perusahaan Tercatat di BEI dapat terealisasi,” kata dia.

Baca juga: Siap-siap Formasi Calon ASN Segera Diumumkan, Ini Link untuk Mendaftar

Nyoman menyampaikan, terdapat beberapa manfaat jika perusahaan yang melakukan IPO. Tidak hanya terbatas pada pendanaan segar saat IPO, klub sepak bola yang sudah tercatat di bursa dapat menerbitkan sahamnya kembali kepada publik melalui rights issue.

“Melalui Pasar Modal klub sepak bola dapat memperoleh pendanaan yang berkelanjutan,” jelas Nyoman.

Ia menambahkan, bila perusahaan memiliki porsi kepemilikan publik lebih dari 40 persen, maka klub bola tersebut akan mendapat insentif penurunan tarif pajak PPh Badan sebesar 3 persen.

Klub bola yang melantai di bursa juga dinilai akan semakun tersorot publik. Mulai dari analis, media, hinggga investor. Hal itu akan menjadi sarana promosi dan meningkatkan mitra strategis atau sponsorship bagi klub.

Selain itu, klub sepak bola juga dapat memperoleh manfaat lain, seperti meningkatkan profitabilitas dan efisiensi, serta memperkuat tata kelola perusahaan. Supporter juga dapat turut memiliki klub sepak bola favorit mereka, sehingga keterikatan antara para supporter dan klub sepak bola dapat meningkat.

Baca juga: Untung Rugi Jika Perusahaan Anda Go Public di BEI



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X