Menabung dan Mengumpulkan Modal Investasi Dalam 30 Hari

Kompas.com - 29/03/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi investasi Dok. SHUTTERSTOCK/LOOKERSTUDIOIlustrasi investasi

Apakah Anda termasuk orang yang ingin memulai investasi di pasar modal, tapi tidak kunjung punya modal? Atau bahkan gaji sudah habis sebelum akhir bulan?

Anda tidak sendiri, masyarakat di kota besar juga banyak memiliki masalah yang serupa. Sebagian mungkin karena pendapatannya yang terbatas, tapi saya yakin sebagian besar lebih karena tidak mampu menahan keinginan untuk berbelanja sehingga dananya selalu habis tidak bersisa.

Menabung dan mengumpulkan modal memang membutuhkan komitmen dan disiplin yang kuat. Sebab dengan melakukan secara berulang-ulang itulah, kebiasaan menabung baru dapat terbentuk. Dan jika dilakukan secara terus menerus, selanjutnya akan menjadi “karakter” dari seseorang.

Baca juga: Baru Resign Kerja tapi Tetap Mau Menabung? Begini Caranya

Proses ini tidak sebentar, butuh waktu bulanan untuk membentuk suatu kebiasaan dan tahunan untuk bisa sampai menjadi karakter. Cara ini juga bukan cara cepat untuk kaya, tapi membuat anda lebih kaya dari waktu ke waktu.

Menabung dan berinvestasi adalah kebiasaan dan karakter yang baik. Sekalipun anda tipe orang yang konvensional atau tidak terlalu percaya dengan yang namanya investasi, cukup menabung saja juga sudah bagus.

Aturan 30 Hari

Untuk anda yang ingin membentuk kebiasaan menabung dan mengumpulkan modal investasi, tapi selalu kesulitan, bisa mencoba suatu konsep yang cukup populer di dunia barat yaitu Aturan 30 hari. Istilah ini juga bisa Anda Google dengan kata kunci 30 Days Money Saving Rule

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teori dari aturan ini adalah pada dasarnya bahwa dalam perilaku belanja, orang cenderung impulsif. Daripada didasarkan pada kebutuhan, seringkali belanja lebih disebabkan karena iklan/ulasan influencer yang menarik, tampilan produk / jasa yang menawan, atau ingin pamer kepada teman.

Karena impulsif, terkadang kita tidak bisa berpikir secara rasional. Apalagi sekarang sudah banyak fasilitas kartu kredit atau paylater dengan model cicilan sehingga yang dilihat bukan harga beli tapi cicilan per bulannya.

Sebagai manusia, impulsif sebenarnya adalah sifat juga. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun jika anda ingin punya kebiasaan menabung dan mengumpulkan modal investasi, sifat ini sebaiknya bisa dikurangi.

Aturan 30 Hari ini cukup sederhana. Setiap kali anda ingin membeli / membayar sesuatu yang katakan di luar rencana pengeluaran bulanan atau harganya di atas 5 persen penghasilan bulanan, katakan kepada diri Anda “OK, saya akan beli ini, tapi 30 Hari lagi”.

Baca juga: Ini Cara Menabung Paling Mudah, Siapa Pun Pasti Bisa

Ambil kertas dan tuliskan nama dari barang atau jasa yang mau dibeli, lihatnya di mana, dan berapa biayanya. Di zaman digital ini, mungkin ada juga banyak aplikasi serupa atau bahkan bisa anda screenshoot di Hp dan bahkan unggah di media sosial anda.

Namun menurut saya, menulis di kertas memiliki efek pengingat yang lebih kuat. Kemudian tempelkan kertas ini di tempat yang bisa dilihat setiap hari seperti meja kerja, lemari es, layar komputer atau kamar tidur Anda.

Selanjutnya dana untuk membeli produk tersebut, Anda sisihkan. Bisa di Tabungan yang terpisah dengan gaji, bisa di reksa dana pasar uang, bisa juga dalam bentuk uang kas yang disimpan di bawah bantal.

Selama 30 hari ini, Anda akan benar-benar bisa membedakan apakah ini suatu kebutuhan, atau hanya sekedar keinganan saja. Jika setelah 30 hari, Anda masih tetap mau beli, silakan dijalankan sesuai rencana.

Tapi kalau dalam 30 hari ini anda juga baik-baik saja tanpa memiliki produk tersebut atau bahkan sudah lupa kenapa mau beli pertama kali, maka uang yang sudah disisihkan tersebut sudah menjadi tabungan atau modal investasi anda.

Dengan cara ini, mungkin anda akan memikirkan lebih dalam untuk pengeluaran yang bernilai besar (dengan patokan minimal 5 persen dari gaji bulanan), tapi pengeluaran yang kecil-kecil dan berulang juga menjadi salah satu yang menguras tabungan.

Tantangan 30 Hari Tidak Belanja dan Memesan Makanan Online

Aplikasi belanja dengan segala promosinya dan pemesanan makanan secara online juga merupakan salah satu pengeluaran yang cukup menguras kantong dan terkadang tidak disadari karena nilainya kecil.

Baca juga: Simak Tips Investasi Saham untuk Investor Pemula

Dengan frekuensi yang berulang, pengeluaran yang sedikit-sedikit juga bisa lama-lama menjadi bukit. Apalagi dengan pilihan yang beraneka ragam, tentunya kita ingin mencoba jenis lain apalagi yang sedang kekinian.

Usahakan dalam 30 hari ini, selalu membawa makanan sendiri dari rumah. Setiap kali anda buka aplikasi belanja atau pemesanan makanan, klik sampai halaman pembayaran, pembeliannya anda batalkan tapi nilai uangnya disisihkan lagi ke tabungan, reksa dana pasar uang, atau disimpan bawah bantal anda.

Aturan 30 hari ini sedikit banyak akan mempengaruhi gaya hidup dan hubungan sosial anda. Tapi mungkin juga menjadi titik awal Anda untuk memiliki tabungan dan investasi sehingga memiliki kondisi keuangan yang lebih baik di masa mendatang.

Anda bisa memilih untuk melakukannya secara perlahan-lahan sambil menyesuaikan dengan kecepatan anda masing-masing. Semoga bermanfaat..



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.