Kompas.com - 29/03/2021, 16:11 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/3/2021). Demikian juga dengan rupiah yang ditutup melemah di pasar spot.

Melansir RTI, IHSG ditutup turun 0,46 persen (28,74 poin) di level 6.166,81. Total transaksi hingga sore ini mencapai Rp 10,10 triliun dengan volume 15 miliar saham. Net buy asing tercatat sebesar Rp 58,03 miliar di seluruh pasar.

Sektor mining menyumbang pelemahan IHSG sore ini dengan penurunan 2 persen, sektor properti 1,5 persen, dan sektor infrastruktur 1,4 persen.

Adapun, saham yang paling banyak dijual asing adalah, saham Bank BCA (BBCA) sebesar Rp 125,9 miliar. BBCA sore ini turun tipis 0,86 persen di level Rp 31.800 per saham. Kemudian, saham Bank BTN (BBTN) yang dilepas asing sebesar Rp 31,3 miliar. BBTN melemah 2,44 persen di level Rp 1.800 per saham.

Selanjutnya, asing juga lego saham Elang Mahkota Teknologi (EMTK) sebesar Rp 19,6 miliar. Harga saham EMTK naik tipis 0,83 persen di level Rp 2.440 per saham.

Baca juga: Ada 106.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu, Mau Diapakan?

Sementara itu, saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 34,6 miliar. Saham BMRI ditutup turun tipis 0,78 persen di level Rp 6.375 per saham. Asing juga borong saham Telkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp 24.2 miliar.

Saham TLKM melemah 2,2 persen di level Rp 3,410 per saham. Selanjutnya, saham Indofood Sukses Makmur (INDF) juga dibeli asing sebesar Rp 23,8 miliar. INDF menguat 0,74 persen di level Rp 6.800 per saham.

Top losers sore ini adalah saham Aneka Tambang (ANTM) yang ambles 7 persen di level Rp 2.260 per saham. Kemudian, saham Waskita Karya (WSKT) yang melemah 6,6 persen di level Rp 1.260 per saham. Selanjutnya saham PT Timah (TINS) yang terkoreksi 6,29 persen di level Rp 1.640 per saham.

Sementara Top Gainer sore ini antara lain, Barito Pacific) yang melesat 6,35 persen di level Rp 1.005 per saham. Selanjutnya, saham Charoen Pokphand (CPIN) yang bertambah 4,36 persen di level Rp 7.175 per saham. Kemudian saham Japfa (JPFA) yang naik 3,9 persen di level Rp 1.980 per saham.

Bursa Asia sore ini hijau dengan kenaikan Hang Seng Hong Kong 0,01 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,5 persen, Nikkei 0,71 persen, dan indeks Strait Times Singapura 0,67 persen.

Sementara itu, Bursa Eropa sore ini mixed dengan penurunan indeks FTSE 0,43 persen, sementara Xetra Dax menguat 0,12 persen.

Adapun rupiah sore ini masih melemah di level Rp 14.445 per dollar AS. Posisi ini turun 28 poin atau 0,19 persen disbanding penutupan sebelumnya Rp 14.417 per dollar AS.

Baca juga: Bos Bio Farma: RI Masuk 10 Besar Negara Terdepan dalam Vaksinasi Covid-19

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X