Jokowi Sebut Tak Ada Impor Beras Hingga Juni, Buwas: Kami Utamakan Produksi Petani

Kompas.com - 29/03/2021, 16:30 WIB
Pekerja menurunkan beras impor yang didatangkan dari Vietnam menggunakan kapal My Vuong melalui Pelabuhan Tanjung Priok di gudang milik Perum Bulog Divisi Regional Jakarta-Banten, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (13/11). Sebanyak 13.100 ton beras impor dari Vietnam akan masuk ke gudang Bulog. KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja menurunkan beras impor yang didatangkan dari Vietnam menggunakan kapal My Vuong melalui Pelabuhan Tanjung Priok di gudang milik Perum Bulog Divisi Regional Jakarta-Banten, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (13/11). Sebanyak 13.100 ton beras impor dari Vietnam akan masuk ke gudang Bulog.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga Juni 2021.

Sejalan dengan hal itu, Perum Bulog bakal fokus pada penyerapan beras dalam negeri.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, masa panen raya berlangsung sepanjang Maret-Mei 2021.

 

Baca juga: Ada 106.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu, Mau Diapakan?

Sehingga, Bulog akan mengutamakan pengadaan beras dari produksi lokal.

"Ini dipastikan oleh Pak presiden bahwa tidak ada (impor hingga Juni 2021). Sementara ini kami mengutamakan produksi petani," ujar Buwas dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Meski demikian, pada Juni 2021 pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap serapan beras Bulog.

Ini untuk bisa diputuskan kebijakan selanjutnya terkait pengadaan cadangan beras pemerintah.

"Panen diprediksi terakhir di Mei, namun di Juni pasti masih ada sisa dari panen bulan Mei. Oleh sebab itu Pak Presiden sampaikan bahwa Bulog akan terus menyerap (dari dalam negeri) sampai di evaluasi di bulan Juni," jelas Buwas.

Baca juga: Kinerja Bulog Dipertanyakan, Buwas: Jangan Jumping Conclusion!

Buwas mengatakan, sejak awal Maret 2021 hingga saat ini Bulog telah menyerap gabah setara beras mencapai 200.000 ton.

Adapun rata-rata penyerapan tiap harinya sebesar 10.000 ton.

Maka dalam 3 hari ke depan hingga akhir Maret serapan Bulog akan bertambah 30.000 ton lagi.

Menurutnya, dengan stok beras Bulog yang sebelumnya sekitar 800.000 ton, maka total beras di BUMN pangan itu sudah mencapai sekitar 1 juta ton.

Bulog memang ditugaskan menjaga pasokan beras di sekitar 1 juta-1,5 juta ton.

Baca juga: Stok Beras Bulog 1 Juta Ton, Buwas: Mari Bicara Pakai Data

"Sekarang sudah 200.000 ton dan diperkirakan akan menambah sekitar 30.000 ton, sehingga kita sudah menguasai 1 juta ton," kata Buwas.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga pertengahan tahun ini.

Hal itu untuk menjawab kegaduhan akibat rencana impor beras 1 juta ton.

"Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia," ujar Jokowi dalam keterangannya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden Jumat (26/3/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Whats New
Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Whats New
Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Rilis
Prokes Kembali Dilonggarkan, Kemenhub Terbitkan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru

Prokes Kembali Dilonggarkan, Kemenhub Terbitkan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru

Whats New
Harga Komoditas Naik, Kemenkeu 'Pede' Nilai Ekspor Tumbuh Tinggi Sepanjang 2022

Harga Komoditas Naik, Kemenkeu "Pede" Nilai Ekspor Tumbuh Tinggi Sepanjang 2022

Whats New
East Ventures Dorong Ekonomi Inklusif melalui Investasi Berkelanjutan

East Ventures Dorong Ekonomi Inklusif melalui Investasi Berkelanjutan

Rilis
Cara Daftar Mobile Banking Bank Papua di ATM dan HP

Cara Daftar Mobile Banking Bank Papua di ATM dan HP

Spend Smart
Kemenkop UKM Dorong Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

Kemenkop UKM Dorong Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

Rilis
Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Whats New
BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

Whats New
Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Whats New
Foto Erick Thohir 'Mejeng' di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Foto Erick Thohir "Mejeng" di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Whats New
IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

Whats New
Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Rilis
OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.