Bukan DKI Jakarta, Ini Provinsi yang Punya Luas Panen Padi Tersempit

Kompas.com - 29/03/2021, 16:35 WIB
Sejumlah petani dan anggota Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) DPC Kabupaten Purbalingga melakukan aksi menolak rencana impor beras di Desa Brobot, Bojongsari, Purbalingga, Jateng, Selasa (23/03/2021). Perpadi Purbalingga mengkhawatirkan rencana impor beras akan semakin menekan harga gabah kering panen yang saat ini turun dari Rp4.300 menjadi Rp3.500 per kilogram akibat rendahnya penyerapan yang berbarengan dengan panen raya pada bulan maret ini. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/rwa. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIASejumlah petani dan anggota Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) DPC Kabupaten Purbalingga melakukan aksi menolak rencana impor beras di Desa Brobot, Bojongsari, Purbalingga, Jateng, Selasa (23/03/2021). Perpadi Purbalingga mengkhawatirkan rencana impor beras akan semakin menekan harga gabah kering panen yang saat ini turun dari Rp4.300 menjadi Rp3.500 per kilogram akibat rendahnya penyerapan yang berbarengan dengan panen raya pada bulan maret ini. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/rwa.

Kemudian di 2020, luas panen padi Papua Barat meningkat jadi 7.570,63 hektar, namun produksinya menurun menjadi 24.378,33 ton.

Di lokasi lain, Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan luas panen padi tersempit keempat dengan angka 13.707 hektar di tahun 2018, lalu 10.294,70 hektar di 2019, dan 9.883,05 hektar di 2020.

Baca juga: Potret Susutnya Lahan Pertanian dan Profesi Petani yang Terancam Punah

Dari luas itu, Kalimantan Utara mencapai angka produksi 45 063,53 ton di tahun 2018, kemudian 33.357,19 ton pada 2019, serta 33.574,28 ton di 2020.

Pada periode yang sama, Maluku Utara menjadi dengan luas panen padi tersempit kelima. Pada 2018, luas panen padi Maluku Utara adalah 13.412,75 hektar.

Setahun kemudian, angkanya susut menjadi 11.700,5 hektar di 2019 dan susut lagi di 2020 menjadi 10.301,91 hektar pada tahun 2020.

Untuk capaian produksi Maluku Utara di 2018 adalah 49.047,11ton, kemudian 37.945,64 ton di 2019, dan 43.382,85 ton di 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara nasional, BPS mencatat luas panen padi Indonesia tahun 2018 adalah 11.377.934 hektar. Setahun berselang, terjadi penyusutan di 2019 menjadi 10.677.887 hektar dan susut lagi di 2020 menjadi 10.657.274 hektar.

Baca juga: BPS Ungkap Indonesia Masih Impor Beras 356.286 Ton di 2020

Penyusutan luas panen panen padi di Indonesia tidak selalu diikuti menurunnya angka produksi. Data BPS menunjukkan bahwa tahun 2018 Indonesia mampu memproduksi padi 59.200.533 ton, kemudian di 2018 turun jadi 54.604.033 ton, dan naik ke angka 54.649.202 ton di 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.