Terapkan PSAK 71, Saldo Laba Ditahan BNI Berkurang

Kompas.com - 29/03/2021, 19:11 WIB
Logo BNI. Shutterstock/RafapressLogo BNI.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengakui penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 mempengaruhi jumlah saldo awal laba ditahan perseroan.

Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini menyebut, ada pengurangan laba ditahan sebesar Rp 12,9 triliun. 

Sehingga, nilainya menjadi Rp 66,7 triliun dari semula Rp 79,7 triliun.

Baca juga: BNI Optimistis Penyaluran Kredit Bisa Tembus 8 Persen Tahun Ini

Adapun PSAK 71 adalah peraturan yang mengatur instrumen keuangan yang mulai diterapkan pada Januari 2020.

Aturan PSAK diterbitkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang mengadopsi aturan International Financial Reporting Standars (IFRS). 

"Ini impact-nya adalah saldo awal atau jumlah saldo awal laba ditahan berkurang sebesar Rp 12,9 triliun," kata Novita dalam konferensi pers secara virtual, Senin (29/3/2021).

Novita menyebut, penerapan PSAK 71 oleh perseroan berdampak pada dua hal.

Dampak tersebut terdapat pada sisi pengukuran dan pengklasifikasi aset keuangan, serta pada perhitungan CKPN. 

Baca juga: Siap-siap, BNI Bagi Dividen Rp 820,1 Miliar Tahun Ini

Dengan PSAK 71, klasifikasi dan pengukuran aset keuangan tidak lagi didasarkan pada intensi manajemen, melainkan lebih didasarkan dari proses bisnisnya.

Sementara itu, perhitungan CKPN didasarkan pada expected credit loss sehingga sudah memperhitungkan forward looking.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X