Kompas.com - 29/03/2021, 21:00 WIB
Direktur Utama Bulog, Budi Waseso melakukan kunjungan ke Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIDirektur Utama Bulog, Budi Waseso melakukan kunjungan ke Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog membuka kemungkinan untuk ekspor beras di Arab Saudi. Rencana ini berkebalikan dengan kebijakan pemerintah buka keran impor beras di tahun ini.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, beras Indonesia punya potensi untuk ekspor. Hal itu dibuktikan dengan Bulog pernah menerima kontrak dari Arab Saudi untuk ekspor beras 100.000 ton per bulan di awal 2020.

Sayangnya, ekspor tak terealisasi karena terjadi pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas ekonomi antarnegara dibatasi. Kini kerja sama itu pun akan kembali dijajaki.

Baca juga: Bulog Targetkan Punya Stok Beras 1,4 Juta Ton Hingga Mei 2021

"Tapi sekarang dari pihak Arab Saudi sudah meminta kembali untuk bagaimana kita bisa memenuhi permintaan mereka. Nah, ini yang akan kami jajaki tentunya," ujar Buwas dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).

Dia mengatakan, Bulog akan membicarakan kembali dengan pihak Arab Saudi setelah ada kepastian dari sisi produksi dan kualitas beras. Pihak negara tersebut akan menentukan beras seperti apa yang diinginkan, termasuk soal harga.

"Ini akan kami jajaki kembali manakala nanti sudah ada kepastian produksinya, kualitasnya, dan harganya kayak apa. Ini penjadwalan ulang. Jadi kita akan melakukan itu," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Buwas menilai, Indonesia mampu meningkatkan produksi dalam negeri dan mengekspor beras untuk kebutuhan negara lain. Ia mengklaim, sejumlah negara bahkan menaruh minat untuk ambil beras dari Indonesia.

Dia meyakini, ekspor beras bisa terealisasi dengan mendorong petani untuk memproduksi gabah berkualitas. Bulog pun akan membantu prosesnya sehingga layak untuk ekspor.

Baca juga: Ada 106.000 Ton Beras Bulog Turun Mutu, Mau Diapakan?

Hal itu sejalan dengan upaya Bulog membangun modern rice milling plant atau mesin penggiling beras berteknologi tinggi. Alat ini diyakini mampu menghasilkan beras berkualitas tinggi.

"Setelah modern rice milling plant berhasil, maka bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tapi saya punya keyakinan kita bisa ekspor. Karena permintaan hari ini banyak untuk ekspor justru ke beberapa negara," kata Buwas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X