Larangan Mudik 2021, Sandiaga: Akan Berdampak Besar terhadap Industri Pariwisata

Kompas.com - 30/03/2021, 05:06 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Rapat tersebut membahas dampak pemotongan anggaran APBN TA 2021, sebesar Rp300 miliar sesuai Raker pada 26 Januari 2021 serta membahas isu-isu strategis pariwisata dan ekraf seperti hibah pariwisata, perkembangan peraturan turunan UU Ekraf, konsep destinasi wisata terintegrasi dengan destinasi prioritas dan super prioritas. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Rapat tersebut membahas dampak pemotongan anggaran APBN TA 2021, sebesar Rp300 miliar sesuai Raker pada 26 Januari 2021 serta membahas isu-isu strategis pariwisata dan ekraf seperti hibah pariwisata, perkembangan peraturan turunan UU Ekraf, konsep destinasi wisata terintegrasi dengan destinasi prioritas dan super prioritas. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengakui adanya kebijakan larangan mudik akan turut berdampak pada sektor pariwisata.

"Penerapan larangan mudik ini tentu akan memberikan dampak besar terhadap industri pariwisata karena biasanya mudik dibarengi dengan wisata-wisata di destinasi-destinasi yang dekat atau dalam satu arah dengan tujuan mudik tersebut," ujar Sandiaga secara virtual, Senin (29/3/2021).

Menurut Sandiaga, mudik menjadi salah satu momentum atau peluang bagi pelaku usaha sektor pariwisata.

Baca juga: Minat Bisnis Homestay? Simak Kunci Sukses dari Sandiaga Uno

Dia pun mengakui kebijakan sama yang diambil tahun lalu pun membuat jumlah wisatawan domestik menurun secara signifikan disertai pula penurunan penjualan produk-produk ekonomi kreatif. Padahal sektor ini sudah terpukul karena adanya Covid-19.

Meski begitu, Sandiaga pun menyebut bahwa kebijakan larangan mudik ini diambil untuk mencegah penularan Covid-19 di tengah pergerakan masyarakat yang terjadi dalam waktu bersamaan dan jumlah yang banyak.

"Jadi Ini langkah yang antisipatif yang perlu kita sadari sebagai bentuk daripada program untuk menekan penularan virus Covid-19," ujar Sandiaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga mengatakan penanganan di destinasi pariwisata mutlak menjadi syarat bangkitnya sektor ini. Karenanya, dia berharap adanya larangan mudik ini menjadi sinyal yang jelas dan tegas dalam mendukung langkah pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

Dia pun mengatakan pemerintah akan mempercepat dan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi supaya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif cepat pulih. Ini juga upaya untuk mendorong para pelaku usaha tetap optimistis di tengah pandemi ini.

Baca juga: Menimbang Untung-Rugi Dampak Larangan Mudik Lebaran 2021

Untuk tetap mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat larangan mudik berlangsung, Sandiaga pun mengimbau masyarakat untuk memilih destinasi yang dekat dengan rumah dengan tetap menerapkan protokol yang ketat.

Tak hanya itu, dia juga mendorong masyarakat untuk mengirimkan produk-produk ekonomi kreatif produksi anak bangsa dengan memanfaatkan teknologi mengingat kegiatan tatap muka secara langsung tak dapat dilakukan.

"Jadi misalnya karena tidak bisa langsung bertatap muka dengan keluarga di kampung lapangan. ini ini bisa diganti dengan produk kreatif yang dikirim dengan memaksimalkan platform digital. Pelaku ekonomi kreatif bisa mendapatkan manfaat positif," ujar Sandiaga. (Lidya Yuniartha)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Sandiaga Uno sebut larangan mudik akan pengaruhi sektor pariwisata



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.