Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[TREN TRANSPORTASI KOMPASIANA] Mengenal Terusan Terkenal di Dunia | Transportasi Massal Surabaya Raya | "Bajaj, Riwayatmu Kini"

Kompas.com - 30/03/2021, 14:14 WIB
Harry Rhamdhani

Penulis

KOMPASIANA---Pemberitaan tentang Terusan Suez macet mendapat perhatian cukup banyak dari warganet.

Permasalahan tersebut bermula dari tersangkutnya kapal Eer Given membuat Terusan Suez ditutup dan seluruh dunia terkena dampaknya.

Karena dampak itulah kini banyak yang tersadarkan bahwa betapa vitalnya sebuah Terusan tersebut.

Selain Terusan Suez, masih ada banyak Terusan lainnya yang sama-sama memiliki peran penting dalam pelayaran dunia.

1. "Suez Canal" dan Terusan Terkenal Lain di Dunia

Sebelumnya Terusan Suez pernah memiliki El Ferdan Railway Bridge, yaitu sebuah jembatan kereta api berbentuk 'swing bridge' atau jembatan yang bisa dibuka.

Namun, tulis Kompasianer Tonny Syiariel jembatan ini sudah tidak digunakan sejak tahun 2015.

Selain itu juga di sisi selatan Suez terdapat sebuah terowongan di bawah terusan yang selalu sibuk dilewati kendaraan yang melintas dari Kairo, ibu kota Mesir, menuju kawasan pegunungan Sinai.

"Inilah Al Shahid Ahmed Hamdi Tunnel sepanjang 1,640 meter yang pernah penulis lewati dalam sebuah perjalanan panjang dari kota Kairo menuju St. Catherine di Sinai," lanjutnya.

Meskipun tidak sesibuk Suez, terusan terkenal lainnya di benua Amerika, yakni Panama Canal atau Terusan Panama, tidak kalah penting dalam jalur pelayaran dunia. (Baca selengkapnya)

2. Menggagas Transportasi Massal Surabaya Raya

Gagasan mewujudkan transportasi massal di sejumlah daerah kembali bahan perbincangan.

Terlebih karena penyediaan sarana tersebut dinilai sebagai solusi untuk memercepat pembangunan kota dan memenuhi kebutuhan dan keinginan warga.

Sebagai contoh, Kompasianer Agus Wakhyudi membayangkan bagaimana pilihan moda trasportasi yang ada di Surabaya, Jawa Timur, yang sudah cukup memadai.

Akan tetapi, problem transportasi mencuat seiring banyaknya jumlah kendaraan. Lalu lintas pun menjadi padat.

"Hal ini kemudian membuat Pemerintah Kota Surabaya melakukan berbagai upaya mengatasinya dengan penambahan jalan baru," tulis Kompasianer Agus Wakhyudi.

Karena dalam pengembangan transportasi massal itu juga mesti melihat dua hal, yakni pembangunan manusia dan infrastruktur. (Baca selengkapnya

3. Bajaj Riwayatmu Kini...

Pada masanya bajaj merupakan pilihan transportasi di Ibu Kota Jakarta. Namun, kini semakin jarang kita lihat orang yang masih menggunakan jasa bajaj.

Kompasianer Tety Polmasari menceritakan belum lama ini yang menaiki bajaj dari Stasiun Gondangdia, Jakarta, menuju kantor.

"Suara knalpotnya tetap berisik sih, tapi masih lebih halus. Jadi, saya masih bisa mengobrol dengan kawan saya dan supir bajaj," tulisnya.

Jika diingat-ingat lagi, Kompasianer Tety Polmasari cukup sering menggunakan bajaj saat masih kuliah.

Kendaraan ini pun mampu mengantarkan penumpang sampai ke perkampungan yang sulit dijangkau oleh mobil. (Baca selengkapnya

***

Selain ketiga konten ini, masih ada konten-konten menarik lainnya di Kompasiana pada subkategori: Transportasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com