Benahi Defisit Dana JHT, BPJS Ketenagakerjaan Akan Tempuh 3 Strategi

Kompas.com - 30/03/2021, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo menyebutkan, ada tiga opsi atau strategi untuk meningkatkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang defisit akibat risiko pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal.

Ia menyebutkan, 23 persen lebih dana JHT ditempatkan pada instrumen saham dan reksa dana. Oleh karenanya, dana JHT yang masuk dalam program Asset Matching Liabilites (ALMA) ini kerap mengalami defisit.

"Pertama dari sisi aset, melakukan perubahan dari saham, reksa dana, ke obligasi atau investasi langsung sehingga secara perlahan kita akan rekomposisi aset yang ada untuk meminimalisasi risiko pasar seperti saat ini," katanya dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan via Online dan SMS

Dengan cara itu, bobot instrumen saham dan reksa dana di portofolio JHT akan semakin mengecil.

Opsi kedua, pihaknya akan berkoordinasi secara intensif kepada para emiten yang saham-sahamnya masuk dalam portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan.

"Pertimbangan yang akan kita lakukan adalah bagaimana kita melakukan koordinasi intensif dengan para emiten, yang saham-sahamnya masuk dalam portofolio kita. Mereka berkontribusi kepada unrealized loss yang sekarang ini terjadi. Sehingga, kita tahu bagaimana strategi emiten ke depan agar kita tahu bagaimana prospek dari saham yang kita pegang tersebut dan kita bisa ambil decision," ujarnya.

Opsi ketiga, menurut eks Wakil Direktur BNI ini, dari sisi liabilitas, BPJS Ketenagakerjaan juga melihat metode perkembangan di pasar modal dan dibarengi dengan melihat kondisi keuangan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: Ini Alasan Kasus BPJS Ketenagakerjaan Berbeda dengan Jiwasraya

Ia menjelaskan, sejak Desember 2017, saat itu posisi IHSG berada di level 6.355. Maka, posisi kecukupan rasio dana atau RKD JHT masih 101 persen. Kemudian, pada bulan Juli 2018, indeks harga saham turun ke 5.500, maka kecukupan dana JHT tahun itu yaitu sebesar 94,7 persen.

"Kita lihat pergerakan sejak Desember 2017, pergerakannya di bawah 100 persen terus. Terakhir di posisi 2019, 96,9 persen. Di posisi Juli 2020, karena indeks saat itu ada di posisi 5.150 maka RKD dari JHT ini 91,4 persen. Per Februari 2021, karena indeks sudah bergerak ke 6.200, maka RKD meningkat menjadi 95,2 persen," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Whats New
Jelang 'BUMN Legal Summit 2022', Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Jelang "BUMN Legal Summit 2022", Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Whats New
Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.