Mengenal Bandara Haji Muhammad Sidik, Pendukung Daerah Penyangga Food Estate

Kompas.com - 30/03/2021, 15:45 WIB
Bandara Haji Muhammad Sidik Humas KemenhubBandara Haji Muhammad Sidik
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Bandara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3/2021).

Ma’ruf mengatakan, pembangunan ini sejalan dengan fokus pemerintah membangun infrastruktur guna menciptakan interkoneksi antar wilayah.

“Pembangunan infrastruktur dilakukan agar seluruh wilayah RI itu bisa terkoneksi dan terakses seluruhnya,” ujarnya dalam peresmian, Selasa.

Selain itu menurut Ma'ruf, pembangunan bandara yang menelan biaya Rp 380 miliar ini, sejalan dengan pembangunan lumbung pangan atau food estate di Kalimantan yang juga menjadi program prioritas nasional.

Baca juga: Sejak Beroperasi, Modalku Himpun Pendanaan Hingga Rp 22,36 Triliun

Oleh karena itu, Ia meminta agar bandara ini dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi, pariwisata, pertambangan batu bara, emas, dan kelapa sawit.

“Saya juga berharap agar kerjasama dengan maskapai-maskapai penerbangan dapat dijalin dengan baik,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, Bandara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh dibangun sebagai pengganti Bandara Beringin yang sudah tidak dapat dikembangkan.

Pasalnya, Bandara Beringin karena terletak di tengah kota sehingga ada keterbatasan lahan.

“Bandara ini (Haji Muhammad Sidik) dibangun untuk melayani konektivitas masyarakat Kabupaten Barito Utara, baik penumpang maupun kargo, dan aktivitas ekonomi berupa pertambangan batu bara dan emas, serta mendukung lokasi penyangga food estate di Kalimantan,” tuturnya.

Baca juga: Soal Dewan Moneter, DPR: Jangan Jadikan Kebijakan BI Sebagai Pelengkap

Bandara Haji Muhammad Sidik memiliki runway dengan panjang 1.400 m dan lebar 30 m yang dapat didarati pesawat jenis ATR72.

Bandara tersebut juga memiliki apron sepanjang 110,25 m dan lebar 80 m, taxiway sepanjang 173 m dan lebar 18 m, serta memiliki terminal seluas 1.250 m persegi yang dapat menampung 55.000 penumpang per tahun.

Untuk mencapai Muara Teweh melalui jalur darat dari Palangkaraya memakan waktu sekitar 7 jam, dari Banjarmasin 9 jam, dari Balikpapan 12 jam, dan dari Samarinda 14 jam.

Namun dengan adanya Bandara Muara Teweh, kota-kota tersebut bisa ditempuh kurang lebih hanya 1 jam dengan menggunakan pesawat.

Baca juga: Menkop UKM Ajak IMA Bersinergi Dukung UMKM Masuk E-Commerce



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.