Penyelamatan Bank Sakit oleh LPS Dinilai Perlu Dilakukan Permanen

Kompas.com - 30/03/2021, 16:15 WIB
Ekonomi Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani tersenyum Dok. Sinar MasEkonomi Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani tersenyum

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani menilai, penyelamatan bank sakit oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) harus permanen.

Aviliani berpendapat, penyelamatan bank sakit ini perlu diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Sektor Keuangan yang tengah digodok pemerintah.

"Fungsi dari masing-masing lembaga ada yang diperbaiki secara permanen. Saya lihat yang penting adalah fungsi LPS," kata Aviliani dalam diskusi Infobank RUU Sektor Keuangan secara virtual, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Mengenal LPS: Tugas, Fungsi, Wewenang, dan Sejarah Berdirinya

Aviliani menyebut, penyelamatan bank sakit perlu dilakukan LPS sebelum bank tersebut menjadi bank gagal dan berdampak sistemik dalam sektor keuangan.

Adapun saat ini, kewenangan penyelamatan bank sakit oleh LPS bersifat temporer hanya saat pandemi Covid-19.

Penambahan kewenangan LPS ini diatur dalam Pasal 20 ayat (1) poin C UU Nomor 2 Tahun 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aturan juga tertuang dalam aturan turunan, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kewenangan LPS dalam Rangka Melaksanakan Langkah-langkah Penanganan Permasalahan Stabilitas Sistem Keuangan.

"(Selama ini) LPS (hadir) ketika terjadi bank dilikuidasi, baru (datang) menyelamatkan," ungkap Aviliani.

Baca juga: LPS Kembali Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan, Begini Rinciannya

Padahal, kata Aviliani, kehadiran LPS saat bank sudah dilikuidasi justru membengkakkan biaya.

Penanganan bank yang sakit justru akan lebih murah ketimbang ketika dilikuidasi.

"Ini juga jadi persoalan yang perlu diatasi. Sehingga Kalau terjadi krisis kecil-kecil ke depan, akan ada penanganan. Perlu penguatan dalam kelembagaannya," pungkas Aviliani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.