9 Kontainer Jahe Impor Bercampur Tanah Masih Belum Dimusnahkan

Kompas.com - 31/03/2021, 22:10 WIB
Pembukaan segel pada kontainer yang memuat jahe impor tak memenuhi syarat karantina lantaran bertanah. Jahe sebanyak 108 ton dari Mnyanmar dan Vietnam ini dimusnahkan di PT Triguna Pratama Abadi, Karawang, Senin (22/3/2021). KOMPAS.COM/FARIDAPembukaan segel pada kontainer yang memuat jahe impor tak memenuhi syarat karantina lantaran bertanah. Jahe sebanyak 108 ton dari Mnyanmar dan Vietnam ini dimusnahkan di PT Triguna Pratama Abadi, Karawang, Senin (22/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, sebanyak 11 kontainer jahe impor bercampur tanah masuk ke Indonesia lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Secara rinci 9 kontainer dengan volume 236,7 ton milik PT Indopak Trading, 1 kontainer dengan volume 27 ton milik PT Mahan Indo Global, serta 1 kontainer dengan volume 25,8 milik CV Putra Jaya Abadi.

Saat tiba ratusan ton jahe impor bercampur tanah asal India dan Myanmar itu tertahan di kawasan pabean atau cross border,sebab tak sesuai dengan ketentuan. Alhasil jahe tersebut harus dimusnahkan.

Baca juga: Dampak Corona, Harga Jahe Merah Tembus Rp 100.000/Kg

Namun, baru dua kontainer yang sudah dimusnahkan pada Jumat (26/3/2021) lalu, yaitu milik PT Mahan Indo Global dan CV Putra Jaya Abadi. Sedangkan 9 kontainer milik PT Indopak Trading belum dimusnahkan.

Kepala BKP Kementan Ali Jamil menjelaskan, secara total PT Indopak Trading mengimpor 11 kontainer jahe, di mana 2 kontainer jahe bersih dan 9 kontainer jahe bercampur tanah.

Untuk penindakan jahe bercampur tanah, ia mengaku kesulitan memperoleh persetujuan dari  PT Indopak Trading karena tak bisa menemui pihak manajemen perusahaan. Padahal pemusnahan merupakan tanggung jawab importir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi memang kami minta maaf sebesar-besarnya untuk Indopak ini rasanya puyeng juga ngurusinnya karena kami tidak bisa ketemu dengan pihak manajemennya sendiri," ungkap dia dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (31/3/2021).

Ia mengungkapkan, jahe impor tersebut masuk atas nama PT Indopak Trading namun saat pihak berwenang ingin menemui manajemen perusahaan, yang datang malah petugas ekspedisi muatan kapal laut (EMKL).

"Setelahnya malah ada lagi orang (bukan manajemen perusahaan), sehingga untuk eksekusi ini kami butuh waktu," imbuhnya.

Persoalan lainnya, kata Ali, adanya keterbatasan fasilitas yang digunakan untuk memusnahkan jahe. Utamanya pemusnahan dilakukan dengan dibakar menggunakan insinerator.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.