Kompas.com - 01/04/2021, 09:59 WIB
Ilustrasi aset negara. Depresiasi adalah, apa itu depresiasi, pengertian depresiasi, biaya depresiasi adalah
cara menghitung depresiasi, rumus depresiasi kompasianaIlustrasi aset negara. Depresiasi adalah, apa itu depresiasi, pengertian depresiasi, biaya depresiasi adalah cara menghitung depresiasi, rumus depresiasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Depresiasi adalah salah satu istilah dalam pencatatan akuntansi. Di pembukukan perusahaan di Indonesia, pengertian depresiasi juga dikenal dengan penyusutan. Apa itu depresiasi?

Depresiasi adalah biaya yang timbul karena penggunaan aktiva tetap atau aset tetap (fixed assets). Jadi, biaya depresiasi adalah biaya yang muncul karena aset tetap yang digunakan mengalami penurunan manfaat atau penurunan kualitas (menyusut).

Biaya depresiasi atau penyusutan ini sangat berkaitan dengan perhitungan masa pakai atau masa umur dari suatu aset tetap. Seperti mesin yang nilai atau valuasinya terus mengalami penurunan karena penggunaan yang terus menerus.

Biaya depresiasi adalah dialokasikan sebagai cadangan yang ditujukan untuk membeli aset baru untuk menggantikan aset yang nilainya terus pengalami penurunan hingga nantinya sudah tak lagi bisa digunakan.

Baca juga: Apa Itu Ekuitas: Pengertian, Jenis, Perhitungan, dan Contohnya

Dalam akuntansi, biaya depresiasi adalah bersifat tetap, alias tak setelah dikurangi atau dicatat sebagai biaya, maka tak bisa dikembalilan ke nilai aslinya.

Selain itu, biaya depresiasi adalah biaya yang hanya ditujukan untuk aset tetap yang berwujud dan tak bisa dikenakan untuk aktiva tak berwujud.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain mesin, beberapa contoh aset yang mengalami penyusutan atau depresiasi adalah gedung, alat kerja, dan kendaraan.

Besar kecilnya biaya penyusutan ini akan terakumulasi dan nantinya akan berpengaruh pada nilai buku aset yang dicatat dalam neraca.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Margin dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya

Biaya ini juga akan berpengaruh pada laba bersih. Ini karena biaya penyusutan akan ditambahkan pada item beban atau pengeluaran dalam laporan keuangan.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi biaya perhitungan biaya depresiasi:

  • Harga perolehan yakni meliputi harga pembelian, biaya pengiriman, pajak, biaya pemasangan, dan sebagainya.
  • Nilai residu adalah nilai dari aset ketika sudah tak lagi digunakan.
  • Perkiraan masa manfaat

Baca juga: Apa Itu Hukum Permintaan dan Penawaran

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.