Rupiah dan IHSG Merah di Sesi I, Asing Lepas BBRI, BBNI, dan ICBP

Kompas.com - 01/04/2021, 12:36 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I melemah, Kamis (1/4/2021). Demikian juga dengan rupiah yang masih melemah di pasar spot.

IHSG sesi I ditutup turun 0,23 persen atau 13,56 poin di level 5.971,95.

Siang ini total transaksi tercatat sebesar Rp 4,9 triliun dengan volume 15,4 miliar. Net sell asing siang ini sebesar Rp 646,16 miliar di seluruh pasar.

Sektor properti menyumbang pelemahan IHSG tertinggi sebesar 1,1 persen, sector finance dan consumer masing-masing 0,5 persen. Sektor infrastruktur dan basic industri masing – masing 0,2 persen.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Pangkas Investasi Saham, Ini Komentar Para Analis

Siang ini asing mencatatkan jual bersih tertinggi pasa saham Bank BRI (BBRI) sebesar Rp 400,9 miliar. Harga saham BBRI siang ini turun 2,5 persen di level Rp 4.290 per saham. Asing juga banyak melego saham Bank Bank BNI (BBNI) sebesar Rp 28,2 miliar. Harga saham BBNI melemah 1,75 persen di level Rp 5.625 per saham. Selanjutnya, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) juga dilepas asing sebesar Rp 15,1 miliar. ICBP siang ini terkoreksi 2,7 persen di level Rp 8.950 per saham.

Net buy asing siang ini tertinggi pada saham Japfa (JPFA) sebesar Rp 13,2 miliar. Harga saham JPFA siang ini menanjak 4,17 persen di level Rp 2.000 per saham. Saham Astra International (ASII) juga diborong asing sebesar Rp 10,3 miliar. ASII siang ini menguat 1,9 persen di level Rp 5.375 per saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, asing juga banyak beli saham Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 7,6 miliar. Harga BMRI siang ini naik tipis 0,81 persen di level Rp 6.200 per saham.

Adapun top losers siang ini adalah saham Waskita Karya (WSKT) yang turun 2,16 persen di level Rp 1.130 per saham. Dilanjutkan oleh saham PT Timah (TINS) yang terkoreksi 1,86 persen di posisi Rp 1.585 per saham. Kemudian, saham Barito Pasific (BRPT) yang melemah 1,56 persen di level Rp 945 per saham.

Sementara itu, rupiah masih terpuruk di zona merah. Mengutip data Bloomberg pukul 11.57 WIB, rupiah terhadap dollar AS di pasar spot melemah 50 poin atau 0,34 persen menjadi Rp 14.575 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Berbalik Menguat, Rupiah Masih Terkapar Pagi Ini

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X