Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Sukses Luncurkan "Mang Covid", Kemnaker Sabet Merdeka Award

Kompas.com - 01/04/2021, 17:44 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Merdeka Award 2021. Penghargaan ini diraih sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kemnaker meluncurkan program manajemen pencegahan Covid-19 (Mang Covid).

Mang Covid merupakan program pelatihan Kemnaker sebagai mitigasi dan penanganan terhadap dampak pandemi Covid-19.

"Kemnaker mengucapkan terima kasih atas penghargaan Merdeka Award karena memberikan apresiasi pada program yang kami kembangkan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Anwar Sanusi, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Kamis (1/4/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan, Mang Covid adalah program pelatihan yang memiliki tiga sasaran utama.

Baca juga: Lindungi Buruh dan Keberlangsungan Usaha, Kemnaker Kampanyekan Budaya K3

Sasaran pertama, pencegahan penularan Covid-19. Kedua, penyaluran kerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketiga, pertolongan bagi kaum disabilitas serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Dalam penanganan Covid-19, kami melibatkan perusahaan dan dunia industri. Melalui program Mang Covid, para peserta bisa berkembang menjadi wirausaha mandiri dan pelaku UMKM, " kata Anwar, seusai menerima penghargaan Merdeka Award 2021 di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, pandemi Covid-19 memberikan dampak luar biasa di bidang ketenagakerjaan.

Dampak tersebut terbukti dari data yang dihimpun Kemnaker. Terdapat 29,2 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19, mulai dari pekerja yang dirumahkan, hingga pekerja yang ter-PHK.

Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat menerima penghargaan Merdeka Award 2021 di Jakarta, Rabu (31/3/2021).DOK. Humas Kemnaker Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat menerima penghargaan Merdeka Award 2021 di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

"Pemerintah melalui Kemnaker terus berupaya secara maksimal agar dampak Covid-19 bisa diminimalkan. Salah satu upaya yang kami luncurkan adalah Mang Covid. Mudah-mudahan, program ini menjadi ikhtiar untuk meminimalkan dampak Covid-19," ujar Anwar.

Untuk mewujudkan hal itu, Kemnaker memiliki tugas untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan, salah satu caranya adalah dengan mendorong wirausahawan baru.

Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Anwar beserta jajarannya bertekad untuk menyiapkan tenaga kerja tepat dan kompeten.

”Saya yakin, penyiapan tenaga kerja menjadi langkah produktif dan bisa menggerakan roda perekonomian Indonesia di masa Covid-19," imbuhnya.

Baca juga: Kemenperin: Ada Gap 2,5 Juta Tenaga Kerja Industri pada 2024

Terkait penghargaan, Anwar menilai, gagasan anugerah Merdeka Award sangat bermanfaat bagi instansi pemerintah maupun swasta. Terlebih dalam rangka merespon pandemi Covid-19.

"Mudah-mudahan dengan acara seperti ini dapat menjadi contoh program lain yang berguna untuk rakyat. Semoga dapat menjadi inspirasi," ujarnya.

Selain Program Mang Covid, Kemnaker turut melakukan berbagai program mitigasi dan penanganan dampak Covid-19.

Mulai dari penyediaan balai latihan kerja (BLK) tanggap Covid-19, pengembangan perluasan kesempatan kerja berupa padat karya infrastruktur, padat karya produktif, padat karya mandiri, wirausaha, dan Posko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Corona.

Baca juga: Tingkatkan SDM di Papua, Menaker Ida Targetkan Pembangunan 25 BLK Komunitas

Tak hanya itu, ada program mitigasi Kemnaker lainnya, seperti menyalurkan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah (BSU). Subsidi ini disalurkan bagi pekerja terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan serta Kartu Prakerja.

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi (Pimred) Merdeka.com Ramadhian Fadillah mengatakan, penghargaan Merdeka Award 2021 bertajuk "Inspirasi di Tengah Pandemi" diberikan sebagai bentuk apresiasi untuk para pejuang di tengah situasi Covid-19.

"Penghargaan ini adalah cara kami memberikan apresiasi untuk bapak dan ibu yang telah membagikan inspirasi kepada banyak orang di tengah segala keterbatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Kami bekerja sama dengan banyak pihak untuk mencari dan memilih faksi-faksi yang layak menerima apresiasi,” ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

15 Perusahaan Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier Menurut LinkedIn

15 Perusahaan Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier Menurut LinkedIn

Work Smart
Makin Mengkilap, Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus 3.000 Dollar AS

Makin Mengkilap, Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus 3.000 Dollar AS

Whats New
10 Kota Tujuan Utama di Dunia untuk Kerja Jarak Jauh Tahun 2024

10 Kota Tujuan Utama di Dunia untuk Kerja Jarak Jauh Tahun 2024

Work Smart
Arus Balik Lebaran, Astra Infra Beri Diskon Tarif Tol 20 Persen pada 17-19 April 2024

Arus Balik Lebaran, Astra Infra Beri Diskon Tarif Tol 20 Persen pada 17-19 April 2024

Whats New
Kemendag Bakal Keluarkan Bahan Baku Penolong Tepung Terigu dari Lartas

Kemendag Bakal Keluarkan Bahan Baku Penolong Tepung Terigu dari Lartas

Whats New
Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Percepat Realisasi Pompanisasi dan PAT Padi Gogo

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Percepat Realisasi Pompanisasi dan PAT Padi Gogo

Whats New
Ada Konflik Iran-Israel, Apa Dampaknya ke Industri Keuangan RI?

Ada Konflik Iran-Israel, Apa Dampaknya ke Industri Keuangan RI?

Whats New
Bank Sampoerna Cetak Laba Bersih Rp 62 Miliar pada 2023

Bank Sampoerna Cetak Laba Bersih Rp 62 Miliar pada 2023

Whats New
89.632 Tiket Damri Ludes Terjual Selama Angkutan Lebaran

89.632 Tiket Damri Ludes Terjual Selama Angkutan Lebaran

Whats New
Erick Thohir Sebut BUMN Ini yang Bisa Terdampak Konflik Iran-Israel

Erick Thohir Sebut BUMN Ini yang Bisa Terdampak Konflik Iran-Israel

Whats New
ASDP: Hanya 1,8 Persen Pemudik yang Datang ke Pelabuhan Tanpa Tiket di Periode Lebaran

ASDP: Hanya 1,8 Persen Pemudik yang Datang ke Pelabuhan Tanpa Tiket di Periode Lebaran

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

Whats New
Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Whats New
ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com