Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/04/2021, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Covid-19 telah menyebabkan krisis kesehatan dan perekonomian. Pandemi juga telah memberi tekanan kepada kinerja perbankan. Kendati demikian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melihat kondisi perbankan Indonesia cukup terkendali.

Kepala Eksekutif LPS, Lana Soelistianingsih, menjelaskan ketika perekonomian mengalami krisis, biasanya perusahaan dan rumah tangga mengalami penurunan kemampuan keuangan. Sehingga akan terjadi penarikan dana di bank untuk memenuhi kebutuhan keuangan.

“Nah ketika ada penarikan dana, bank ini bisa saja menjadi gagal serta bisa menimbulkan efek tularan kepada bank lain. Jadi stabilitas sistem keuangan kita bisa terganggu. Tapi apa yang terjadi di 2020, tidak ada satu bank yang dikatakan gagal yang ditangani oleh LPS,” papar Lana secara virtual pada Kamis (1/4/2021).

Ia menilai hal ini tidak terlepas dari program pemulihan ekonomi nasional telah dilaksanakan dengan serius dan terukur. Ia pun menyebut hal ini tidak tidak bisa melihat dalam waktu pendek. Namun Ia mencermati telah ada tanda-tanda perbaikan perekonomian.

Baca juga: Tangkal Radikalisme, Menteri PANRB Minta ASN Amalkan Pancasila

“Dilihat dari sisi rekening penjaminan yang dijamin oleh LPS, dari awal tahun 2020 sampai Februari 2021 terlihat stabil di 99,91 persen. Jadi mandat LPS melakukan penjaminan relatif stabil. Artinya, masyarakat tidak khawatir dengan dananya di bank, disimpan di bank dengan kepercayaan yang tinggi bahwa bank ini sehat dan perekonomian kita ini tetap sehat,” jelas Lana.

Selain itu, Lana bilang berdasarkan data, masyarakat Indonesia cukup optimis di kala pandemi. Tercermin dari dana tersimpan di bank itu relatif stabil.

Kendati demikian, Ia mengakui suku bunga memang belum menurun secara tajam dibanding dengan penurunan suku bunga simpanan. Ia berharap suku bunga kredit ini bisa segera turun. (Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli)

Baca juga: 23 Startup RI Bakal Tampil di Pameran Teknologi Jerman

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: LPS sebut tidak ada bank gagal di Indonesia selama pandemi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+