Tahun Ini, Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia Diganti Jadi BI Fast Payment

Kompas.com - 05/04/2021, 12:35 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) akan menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada tahun ini.

Ini merupakan salah satu bentuk percepatan digitalisasi sistem keuangan yang dilakukan oleh BI.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pada tahun ini akan meluncurkan sistem BI Fast Payment untuk menggantikan SKNBI.

Baca juga: Fokus Digitalisasi, BI Targetkan Transaksi Perdagangan Digital Capai Rp 337 Triliun Tahun ini

Pergantian sistem ini dilakukan guna mempercepat transaksi kliring perbankan.

"BI tahun ini akan juga meluncurkan BI Fast Payment, 24/7 real time untuk retail payment menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia," kata Perry dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia, Senin (5/4/2021).

Penggunaan BI Fast Payment akan mempercepat waktu kliring dari sebelumnya bisa memakan waktu 2 sampai 3 hari, menjadi langsung saat itu juga atau real time.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain peluncuran BI Fast Payment, imbuh Perry, BI juga akan menggerakkan tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

Baca juga: BI Masih Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan

Tim ini dibentuk untuk mendorong pelaksanaan digital banking, jaringan antar bank dengan financial technology (fintech), hingga penggantian sistem kliring Indonesia.

Melalui berbagai upaya tersebut, BI menargetkan pertumbuhan-pertumbuhan positif dalam berbagai indikator.

Salah satunya ialah pertumbuhan transaksi di pasar digital atau e-commerce, dari Rp 253 triliun pada 2020 menjadi Rp 337 triliun pada 2021.

"Insya Allah e-commerce akan naik dari Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun, atau tumbuh 33 persen," ujar Perry.

Selain itu, uang elektronik juga ditargetkan mengalami pertumbuhan sebesar 32 persen, dari Rp 201 triliun pada 2020, menjadi Rp 266 pada tahun ini.

Baca juga: Konsumsi dan Investasi Masih Rendah, BI: Ini Menyebabkan Lingkaran Setan

Digital banking pun dipasangi target pertumbuhan 19 persen dari Rp 27.000 triliun, menjadi Rp 32.200 triliun pada 2021.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung upaya-upaya bersama dalam akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia ini," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.