Sri Mulyani Sebut RI Bisa Didikte Asing jika SDM Tak Siap di Era Digital

Kompas.com - 05/04/2021, 12:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai Indonesia bisa didikte asing jika sumberdaya manusia (SDM) Indonesia tidak siap di era digital.

Oleh karensa itu kata Sri Mulyani, pemerintah tengah memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang teknologi digitaldengan mengarahkan berbagai dana transfer fokus ke pengembangan digital dan SDM.

"Era digital kalau manusianya tidak siap, maka kita didikte oleh sekelompok kecil atau pihak lain di luar Indonesia. Jadi persiapan untuk SDM melalui pendidikan dan vokasi menjadi penting," kata Sri Mulyani dalam Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia secara virtual, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Cuaca Ekstrem di NTT, Pertamina Antisipasi Hambatan Distribusi BBM

Wanita yang akrab disapa Ani ini merinci, otoritas fiskal sudah memprioritaskan dana alokasi khusus (DAK) maupun dana transfer ke daerah (TKDD) untuk meningkatkan sistem digital di bidang pendidikan dan kesehatan.

Percepatan transformasi digital dinilau membuat puskemas bisa terkoneksi dengan rumah sakit. Sementara digitalisasi pendidikan dinilai mampu menunjang transformasi pendidikan hingga mendukung reformasi pendidikan.

"Termasuk dana keistimewaan daerah untuk DIY Yogyakarta untuk menyelenggarakan 5 urusan keistimewaan di Yogyakarta yang menggunakan basis teknologi digital," ungkap Ani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam APBN 2021, besaran TKDD Rp 9 triliun. Sementara belanja K/L yang berhubungan dengan TIK mencapai Rp 17 triliun. Sri Mulyani bahkan menyebut, negara bakal menggelontorkan hingga Rp 17 triliun setahun hingga 2024 untuk belanja internet.

Anggaran sebesar itu ditujukan agar 9.113 desa 3T bisa terkoneksi internet. Begitu juga koneksi internet untuk 93.900 sekolah dan pesantren, 3.700 puskemas, 6.000 polsek dan koramil, serta 47.900 desa dan kecamatan.

Baca juga: Anggaran Penyediaan Akses Internet di Daerah 3T Capai Rp 17 Triliun Per Tahun

"Itu inti dari transformasi yang berkeadilan, yaitu transformasi digital apabila belanja di bidang infrastruktur untuk konektivitas digital bisa dibangun. Dan itu butuh anggaran belanja yang sangat besar baik belanja melalui K/L hingga TKDD," pungkas Ani.

Adapun kegiatan strategis di bidang TIK pada tahun 2021 antara lain menyediakan base tranciever station di 5.053 lokasi desa 3T, akses Internet di 12.377 poin, dan Palapa Ring Service Level Aggrement (SLA) 95 persen.

Kemudian utilisasi di bagian barat dan timur di atas 30-40 persen, literasi digital untuk 295.000 orang, hingga digital technopreneur untuk 30 startup.

Baca juga: Kisah Miliarder Mark Cuban, Disebut Gila Saat Merintis Bisnis Streaming



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.