Kompas.com - 05/04/2021, 15:32 WIB
Foto pada 29 Maret 2021 memperlihatkan kapal-kapal tunda menarik kapal Ever Given yang terjebak dan membuat Terusan Suez macet sejak Selasa (23/3/2021). Kapal berbendera Panama ini dioperasikan oleh Evergreen Marine Corp asal Taiwan. AFPFoto pada 29 Maret 2021 memperlihatkan kapal-kapal tunda menarik kapal Ever Given yang terjebak dan membuat Terusan Suez macet sejak Selasa (23/3/2021). Kapal berbendera Panama ini dioperasikan oleh Evergreen Marine Corp asal Taiwan.

KOMPAS.com - Beberapa hari belakangan, dunia dihebohkan dengan kapal raksasa bernama Ever Given yang terjepit di Terusan Suez, Mesir. Kapal itu tak bisa bergerak di kanal selama hampir sepekan.

Usut punya usut, kapal tersebut dimiliki oleh perusahaan asal Jepang, Shoe Kisen Kaisha. Sementara perusahaan pelayaran asal Taiwan, Evergreen Marine, adalah penyewa kapal berbendera Panama itu.

Sudah lazim di dunia pelayaran, kapal-kapal besar yang beroperasi di lima samudera, menggunakan bendera negara Panama (kapal berbendera Panama), meskipun perusahaan pemilik kapal berasal dari berbagai negara.

Tak pandang bulu apakah itu kapal kargo, kapal minyak, kapal ikan, sampai kapal pesiar. Mudah ditemukan kapal-kapal di perairan seluruh dunia berbendera Panama.

Baca juga: Apa Saja Perbedaan Terusan Suez dan Terusan Panama?

Kenapa demikian?

Dilansir dari BBC, Senin (5/4/2020), Panama sebenarnya hanya sebuah negara kecil dengan pepulasi hanya berjumlah kurang lebih 3 juta penduduk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun meski negara kecil dan tak banyak berperan signifikan dalam ekonomi global, jumlah kapal yang terdaftar di Panama masih lebih besar dari gabungan armada kapal-kapal dari dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, China dan Amerika Serikat (AS).

Surganya pemilik kapal

Secara geografis, wilayah Panama yang memanjang dengan garis pantai panjang yang secara alamiah menjadikannya sebagai negara maritim.

Terlebih, posisinya berada di antara Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Negara itu juga memiliki kanal yang disebut Terusan Panama, sebuah kanal yang operasinya paling rumit di dunia dengan sistem kunci dam.

Baca juga: Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Di Terusan Panama, setiap tahun sekitar 14.000 kapal diangkat dari atas laut ke sebuah bendungan atau dam, untuk kemudian berlayar ke lautan lain di seberangnya.

Setiap tahun sedikitnya 15.000 kapal laut melintasi Terusan Panama.AFP Setiap tahun sedikitnya 15.000 kapal laut melintasi Terusan Panama.

Namun bukan Terusan Panama atau letak geografisnya yang menjadikan negara itu jadi pilihan bagi banyak pemilik kapal untuk mendaftarkan armadanya.

Banyak perusahaan-perusahaan pelayaran memilih Panama karena demi menghindari peraturan ketat yang diberlakukan di negara asalnya.

Panama adalah sedikit negara di dunia yang menjalankan peraturan bernama open registry. Artinya, pemerintah negara itu menawarkan beberapa keuntungan bagi pemilik kapal mana pun asalkan mau mendaftarkan kapalnya di Panama. 

Selain itu, open registry bisa menerima pendaftaran kapal meski pemilik aslinya berada di luar Panama. 

Baca juga: Penasaran seperti Apa Kondisi Ekonomi Palestina?


Pendaftaran kapal di Panama bahkan sangat mudah dan seluruhnya bisa diproses dengan kilat secara online. Cukup membayar biaya pendaftaran, beres.

Berdasarkan hukum laut internasional, setiap kapal harus terdaftar di suatu negara, entah negara mana pun dan sesuai peraturan, tak harus sama dengan perusahaan pemilik kapal. Panama memanfaatkan celah aturan itu dengan baik.

Pemerintah Panama juga menawarkan pembebasan pajak penghasilan bagi kapal-kapal yang terdaftar di negaranya, meski itu terdengar tidak fair untuk semua negara.

Daya tarik lainnya, Panama merupakan negara yang membayar tenaga kerja yang cukup murah. Aturan ketenagakerjaan ini yang juga berlaku untuk kapal-kapal Panama.

Baca juga: Mengenal Arbitrasi: Pengertian, Contoh, dan Bedanya dengan Mediasi


Itu sebabnya, untuk efisiensi, banyak kapal-kapal milik negara maju seperti Jepang atau Korea Selatan menggunakan bendera Panama.

Artinya, dengan mendaftarkan kapalnya di Panama, mereka berdalih tak terikat dengan aturan perburuhan upah minimum dan jaminan sosial di negara asalnya.

Aturan open regitry ini sebenarnya bukan tanpa perdebatan. Beberapa negara di dunia sebenarnya sudah geram dengan praktik ini.

Namun sebagaimana praktik negara surga pajak di sektor keuangan, open registry tetap bertahan hingga saat ini meskipun dihujani berbagai kritik dan penolakan negara-negara lain.

Sebagai perbandingan, jumlah kapal berbendera Panama yang mengarungi lautan di seluruh dunia berjumlah sekitar 8.600 armada.

Jumlah ini masih lebih besar dari gabungan armada kapal terdaftar di AS yakni sebanyak sekitar 3.400 kapal dan China memiliki sekitar 3.700 kapal.

Ribuan orang menyaksikan kapal barang raksasa milik China menjadi kapal pertama yang melintasi Terusan Panama yang baru pada Minggu (26/6/2016).AP Photo Ribuan orang menyaksikan kapal barang raksasa milik China menjadi kapal pertama yang melintasi Terusan Panama yang baru pada Minggu (26/6/2016).

Baca juga: Tentang Terusan Kra, Ambisi Thailand yang Mengancam Singapura

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.