Hingga Maret 2021, 1,9 juta Ton Pupuk Subsidi Sudah Disalurkan

Kompas.com - 05/04/2021, 18:05 WIB
Ilustrasi pupuk bersubsidi dari pemerintah Republik Indonesia Dok. Humas KementanIlustrasi pupuk bersubsidi dari pemerintah Republik Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menyatakan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga maret 2021 mencapai sekitar 1,9 juta ton. Target penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2021 mencapai 9,04 juta ton.

“Untuk 2021 sampai dengan 30 Maret 2021, dari target 9,04 juta ton, realisasinya 1,9 juta ton atau lebih kurang 21,05 persen (dari target penyaluran tahun 2021),” kata Edhy di Gedung DPR, Senin (5/4/2021).

Edhy menerangkan, penerima manfaat langsung pupuk bersubsidi adalah petani kecil dengan luas garapan 2 hektare. Sasaran penerima manfaat subsidi pupuk tahun 2021 sebanyak 16,6 juta petani berbasis nomor induk kependudukan (NIK). Hal ini mencakup 32 juta hektare luas tanam yang digunakan, diantaranya untuk tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

“Dengan alokasi subsidi sebesar Rp 25,276 triliun, rata-rata alokasi subsidi sebesar Rp 1,52 juta per petani per tahun atau Rp 766.000 per hektare per tahun,” terang dia

Edhy menuturkan, subsidi pupuk mendorong penggunaan pupuk untuk mengoptimalkan potensi genetik produktivitas varietas unggul. Pada daerah yang produktivitasnya sudah tinggi, subsidi pupuk berperan mempertahankan produktivitas agar tidak turun.

Baca juga: Buruh Minta THR 2021 Tidak Dicicil Lagi

Edhy mengatakan, terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan pupuk bersubsidi. Diantaranya, keterbatasan anggaran, kapasitas petugas pendamping petani terbatas jumlah dan kualitasnya, sarana pendukung sistem pendataan dan pengawalan penyaluran pupuk kurang memadai dan rawan penyimpangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas kendala tersebut, Kementan mengusulkan memanfaatkan fasilitasi kredit usaha rakyat (KUR), dana desa, bantuan APBD untuk mengatasi keterbatasan anggaran APBN. Adanya penambahan personal penyuluh pertanian, peningkatan infrastruktur pendukung pada kostratani kecamatan, dan akselerasi digitalisasi sistem e-RDKK, kartu tani dan sistem e-verifikasi validasi yang mudah diakses untuk meningkatkan transparansi pelayanan publik.

“Kebijakan subsidi pupuk mempunyai dampak ekonomi yang tinggi dan positif terhadap subsektor tanaman pangan,” tutur Edhy.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mengoptimalkan pemanfaatan kartu tani. Selain itu, berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui kendala yang dihadapi terkait penggunaan kartu tani.

“Kita mencoba untuk melakukan koordinasi lebih lengkap lagi dalam upaya untuk mempercepat penerimaan atau pemanfaatan kartu tani yang sudah terdistribusi,” ujar Musdhalifah.

Seperti diketahui, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun 2020 mencapai 8,72 juta ton. Jumlah ini setara 97,98 persen dari target penyaluran tahun 2020 yang sebanyak 8,9 juta ton. (Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat)

Baca juga: BCA: ATM Setor Tunai Kami Bisa Deteksi Uang Palsu

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Hingga Maret 2021, penyaluran pupuk subsidi mencapai 1,9 juta ton



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.