Ada Gelombang Ketiga, Sri Mulyani Ingatkan Tak Terlena Meski Sudah Vaksin

Kompas.com - 05/04/2021, 18:21 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau masyarakat agar tidak terlena meski telah mendapat vaksinasi Covid-19.

Sebab, vaksin Covid-19 tak menjamin penularan Covid-19 terhenti tanpa menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengatakan, beberapa negara tak terlepas dari gelombang ketiga penularan Covid-19 meski vaksinasi terus berlangsung.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah Akan Mengakselerasi Vaksinasi untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

"Saya ingin menyampaikan ini sebagai gambaran supaya kita tidak terlena. Covid-19 ini adalah suatu tantangan yang mereka tidak memiliki timeline, artinya ketahanan kita utk bisa terus-menerus menjaga penyebaran Covid-19, namun tidak boleh putus asa untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi," kata Sri Mulyani dalam webinar "Sinergi Memulihkan Negeri", Senin (5/4/2021).

Sri Mulyani mengungkap, AS adalah salah satu negara yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 meski sudah melakukan vaksinasi sebanyak 2,5 juta dosis per hari.

Beberapa negara lain yang mengalami peningkatan kasus, adalah negara-negara eropa, India, hingga Filipina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Eropa lockdown kembali baik di Italia dan Jerman, kecuali inggris yang sudah vaksinasi lebih dari 40 persen. Mereka menghadapi kondisi kenaikan kasus Covid-19 luar biasa," ungkap Ani.

Munculnya gelombang ketiga Covid-19 kata Ani, membuat pemerintah perlu menyiapkan daya dukung untuk jangka yang relatif panjang.

Baca juga: Bos Bio Farma: RI Masuk 10 Besar Negara Terdepan dalam Vaksinasi Covid-19

"Artinya tahun 2021-2022 kita harus tetap menyiapkan kemungkinan bahwa pandemi ini masih akan menimbulkan disrupsi dan akan menyebabkan korban jiwa bagi mereka yang terjangkit," ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyebut, bagaimanapun vaksinasi tetap merupakan game changer.

Pemerintah sudah menyiapkan anggaran vaksinasi lebih dari Rp 54 triliun.

Di luar anggaran vaksinasi, otoritas fiskal pun mengalokasikan dana untuk 3T.

Secara total, anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional mencapai Rp 172 triliun.

Baca juga: 17.387 Perusahaan Telah Mendaftar Vaksinasi Gotong Royong

Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan sangat kuat bagi tim di bidang kesehatan agar bisa menangani Covid-19, sehingga perlu diberikan insentif kesehatan.

"Dan berbagai macam dukungan bagi alat-alat testing, tracing, dan treatment atau pengobatan yang mengambil resources yang cukup besar. Di luar itu, kita juga masih anggarkan vaksinasi," papar Ani.

Di sisi lain, Bendahara Negara itu perlu memperkecil defisit fiskal yang tahun lalu melebar di atas 6 persen.

Tahun ini, pemerintah akan memperkecilnya menjadi 5,7 persen.

Pihaknya berharap, ekonomi akan mulai tumbuh seiring dengan masifnya beragam insentif yang digelontorkan.

Baca juga: 16 Juta Dosis Vaksin Sinovac Datang Lagi, Sri Mulyani: Menambah Confidence Jumlah Vaksinasi di Berbagai Daerah

Dia berharap segala kegiatan sosial ekonomi akan mampu bergerak sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 membaik.

"Ini yang diharapkan (ekonomi membaik) pada kuartal II setelah kita pada kuartal I sempat melakukan PPKM yang cukup ketat dengan peningkatan kasus pada Januari - Februari. Tadi saya sampaikan kita tidak boleh terlena," pungkas Ani.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Whats New
Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.